Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Sungai Lokpon Surut, Warga Dekai Antre BBM hingga Berdesakan

YAHUKIMO, OLEMAH.COM — Kondisi kekeringan yang menyebabkan debit Sungai Lokpon menurun drastis berdampak pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Keterbatasan pasokan membuat warga harus mengantre untuk mendapatkan bensin di SPBU yang berada di Dekai pada Jumat (2/10/2026). Antrean warga bahkan terlihat berdesakan karena masyarakat khawatir tidak memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut informasi yang dihimpun, surutnya Sungai Lokpon menjadi salah satu kendala masuknya pasokan BBM melalui jalur sungai. Kondisi tersebut membuat distribusi BBM ke Dekai tidak berjalan seperti biasanya.

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, pihak Pertamina disebut mengambil langkah dengan mengirimkan BBM menggunakan kapal berukuran lebih kecil dari arah Suwator menuju Dekai.

Namun, kedatangan pasokan tersebut langsung disambut warga yang memadati lokasi pengisian BBM.

Warga Minta Antrean Ditertibkan

Salah seorang warga, Yapi Pahabol, menilai mekanisme antrean BBM yang terjadi saat ini perlu ditata agar seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama.

Menurutnya, warga memiliki kebutuhan terhadap BBM sehingga antrean seharusnya dilakukan secara tertib dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Kami membutuhkan hal yang sama. Kalau bisa masyarakat antre sesuai aturan supaya semua bisa mendapatkan bensin,” ujar Yapi.

Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga ketertiban ketika mendapatkan BBM. Menurutnya, kondisi kelangkaan seharusnya tidak dimanfaatkan dengan cara yang merugikan warga lain.

Soroti Pembelian Menggunakan Jeriken

Yapi juga menyoroti adanya warga yang membawa jeriken untuk membeli BBM dalam jumlah tertentu.

Menurut keterangannya, sebagian BBM yang dibeli kemudian dipindahkan atau disaring kembali ke wadah lain. Kondisi tersebut, kata dia, dapat menyebabkan warga yang membutuhkan BBM untuk kendaraan bermotor tidak kebagian karena stok cepat habis.

“Jangan sampai masyarakat yang mau mengisi untuk motor justru tidak mendapatkan bensin karena sudah habis,” katanya.

Warga Minta Pemerintah Awasi Penjualan Kembali

Selain persoalan antrean, Yapi meminta pemerintah memperhatikan dugaan penjualan kembali BBM yang diperoleh dengan harga subsidi.

Ia menilai perlu ada pengawasan agar BBM yang disalurkan untuk kebutuhan masyarakat tidak kemudian dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi.

Menurut keterangannya, BBM yang diperoleh dengan harga murah disebut dapat dijual kembali hingga sekitar tiga kali lipat di Dekai.

Karena itu, ia meminta pemerintah dan pihak terkait melakukan penertiban serta pengawasan terhadap distribusi dan penjualan BBM di wilayah tersebut.

“Kami berharap pemerintah menertibkan hal ini dengan baik supaya masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM tetap mendapatkan bagian,” ujarnya.

Distribusi BBM Jadi Perhatian

Surutnya Sungai Lokpon menjadi tantangan tersendiri bagi distribusi kebutuhan masyarakat di Dekai. Pengiriman menggunakan kapal berukuran lebih kecil menjadi salah satu langkah yang disebut dilakukan untuk menjaga pasokan tetap masuk.

Di tengah kondisi tersebut, warga berharap distribusi BBM dapat berjalan secara tertib dan merata sehingga kebutuhan transportasi serta aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung.


Sumber : Natan Sama

EditOr : Redaksi Olemah.com

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 03 Oktober 2026

Posting Komentar

0 Komentar