Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan Jayapura–Wamena dan Jayapura–Dekai, Penumpang serta Kargo Terdampak

WAMENA– OLEMAH.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Selatan meluas hingga Papua Pegunungan dan mengganggu aktivitas penerbangan pada 9–10 Oktober 2026. Sejumlah penerbangan dari Jayapura menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, serta Jayapura menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, dilaporkan tidak dapat beroperasi akibat menurunnya jarak pandang.

Gangguan tersebut berdampak pada penerbangan penumpang maupun pengangkutan kargo atau barang. Kondisi ini menghambat mobilitas masyarakat sekaligus mengancam kelancaran pasokan kebutuhan pokok ke wilayah pegunungan.

Jarak Pandang Menurun, Pesawat Tidak Dapat Mendarat

Asap tebal yang terbawa dari wilayah selatan Papua menyebabkan kondisi udara di sejumlah kawasan pegunungan memburuk. Menurunnya jarak pandang membuat penerbangan menghadapi kendala keselamatan, terutama saat pesawat hendak melakukan pendekatan dan pendaratan.

Akibat kondisi tersebut, penerbangan rute Jayapura–Wamena dan Jayapura–Dekai mengalami penghentian atau gangguan operasional. Penerbangan penumpang dan kargo yang biasanya menjadi penghubung utama antardaerah turut terdampak.

Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penundaan maupun pembatalan penerbangan ketika jarak pandang tidak memenuhi persyaratan operasional.

Distribusi Barang dan Bahan Pokok Terancam

Terhentinya penerbangan kargo berpotensi menghambat pengiriman beras, minyak goreng, gula, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya ke Wamena, Dekai, dan wilayah sekitarnya.

Jika gangguan berlangsung berkepanjangan, stok barang di pasar dapat menipis dan berpotensi memicu kenaikan harga. Masyarakat yang bergantung pada pasokan melalui jalur udara menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak tersebut.

Selain itu, warga yang hendak bepergian melalui Jayapura menuju Wamena atau Dekai juga berpotensi mengalami penundaan perjalanan dan perubahan jadwal penerbangan.

Asap Masuk Permukiman, Kesehatan Warga Terancam

Kabut asap dilaporkan telah mencapai permukiman warga di Kabupaten Yahukimo. Masyarakat mulai mengeluhkan gangguan pernapasan, batuk-batuk, dan sesak napas yang dikhawatirkan berkaitan dengan paparan asap.

Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala berat lainnya.

Anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian khusus selama kondisi kabut asap berlangsung.

Pemerintah Didorong Segera Bertindak

Pemerintah daerah di Papua Selatan dan Papua Pegunungan bersama Pemerintah Pusat diharapkan memperkuat koordinasi untuk memadamkan titik api dan mengurangi penyebaran asap.

Pemantauan kondisi udara, kesiapan fasilitas kesehatan, pengawasan stok bahan pokok, serta penyampaian informasi penerbangan secara berkala diperlukan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka yang dapat memperburuk kondisi kabut asap.

Keselamatan Masyarakat Menjadi Prioritas

Gangguan penerbangan Jayapura–Wamena dan Jayapura–Dekai menunjukkan besarnya ketergantungan wilayah pegunungan terhadap transportasi udara untuk mobilitas penumpang dan distribusi barang.

Masyarakat yang memiliki jadwal perjalanan diimbau memeriksa informasi terbaru dari maskapai dan pihak bandara sebelum berangkat.

Olemah.com akan terus mengikuti perkembangan dampak kabut asap terhadap penerbangan, kesehatan masyarakat, dan pasokan kebutuhan pokok di Papua Pegunungan.

Sumber : Kaki Abu

EditOr : Redaksi Olemah.com

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 10 Oktober 2026

Posting Komentar

0 Komentar