Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Bupati Yahukimo Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Ajak Masyarakat Tinggalkan Kekerasan dan Perkuat Persatuan

YAHUKIMO, OLEMAH.COM – Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, S.H., M.H., secara resmi mengukuhkan Badan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Yahukimo Periode 2026–2031 pada Selasa (11/8/2026). Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama, mempererat komunikasi lintas agama, serta menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan masyarakat di Kabupaten Yahukimo.

Kegiatan yang berlangsung di Dekai itu dihadiri oleh Wakil Bupati Yahukimo, Ketua DPRK Yahukimo, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, pimpinan perangkat daerah, pimpinan PGGY, PKK, GOW, DWP, pimpinan umat Islam, pimpinan umat Katolik, Ketua KNPI, Ketua GAMKI, para pimpinan gereja, organisasi kepemudaan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Didimus Yahuli menegaskan bahwa FKUB memiliki peran strategis sebagai perekat kerukunan dan ruang dialog antarumat beragama. Ia berharap FKUB tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi mampu menjadi wadah komunikasi, musyawarah, dan penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

“Semua yang hadir adalah bagian dari kepemimpinan masyarakat. Mari kita gunakan pengaruh kita untuk menyampaikan hal-hal yang baik dan menenangkan. Pemerintah, gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan organisasi harus berjalan bersama,” ujar Bupati.

FKUB Diharapkan Menjadi Perekat Kerukunan

Bupati meminta pengurus FKUB yang baru dikukuhkan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pimpinan agama dan elemen masyarakat.

Menurutnya, perbedaan agama, suku, organisasi, maupun latar belakang tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan utama dalam membangun Kabupaten Yahukimo.

Ia juga mengajak seluruh pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan untuk menggunakan organisasi sebagai sarana menyebarkan energi positif dan pesan-pesan yang menyejukkan kepada masyarakat.

“Perbedaan harus kita kelola dengan baik. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ajak Masyarakat Tinggalkan Kekerasan dan Budaya Dendam

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Didimus Yahuli mengajak seluruh masyarakat Yahukimo untuk menghentikan kekerasan dan budaya dendam yang selama ini berpotensi menimbulkan persoalan berkepanjangan.

Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap siapa pun hanya akan menciptakan masalah baru dan menghambat pembangunan daerah.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun kepentingan tertentu yang dapat memecah belah persatuan.

“Budaya dendam harus dihentikan agar tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Perdamaian harus kita bangun melalui dialog, komunikasi, doa, dan penyelesaian secara baik,” katanya.

Pendidikan Menjadi Warisan Terbaik

Bupati menegaskan bahwa perjuangan masyarakat Yahukimo ke depan harus diarahkan pada pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan karakter generasi muda.

Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar yang harus dilawan bersama adalah kebodohan dan keterbelakangan, sehingga seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang aman agar anak-anak dapat belajar dan berkembang.

“Jangan kita wariskan konflik, dendam, kebencian, dan keterbelakangan kepada anak-anak. Warisan terbaik adalah pendidikan, kedamaian, persatuan, kesehatan, keamanan, ketahanan pangan, dan kehidupan yang sejahtera,” pesannya.

Sukseskan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk menyukseskan seluruh rangkaian Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk pelaksanaan upacara 17 Agustus.

Menurutnya, berbagai tantangan dan ancaman yang mungkin muncul tidak boleh mengurangi semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan.

“Ancaman itu ada, dan ancaman itu tidak pernah berhenti. Tetapi kita semua harus mengikuti upacara kemerdekaan dengan hormat dan semua wajib kita laksanakan,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat Kristen mengikuti ibadah bersama sebagai bagian dari persiapan menyambut HUT Kemerdekaan, seraya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Yahukimo tetap memberikan ruang yang sama kepada seluruh umat beragama untuk menjalankan kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.

“Ini berlaku juga untuk teman-teman Muslim. Kalau ada kegiatan, nanti ada tempat yang disediakan untuk mereka,” katanya.

Dorong Ketahanan Pangan dan Stabilitas Bahan Pokok

Selain isu kerukunan, Bupati mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Mengingat kondisi geografis Yahukimo dan keterbatasan jalur transportasi, masyarakat didorong memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam sayuran, keladi, tanaman pangan lokal, mengembangkan kolam ikan, dan berbagai sumber pangan lainnya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Koperindag juga diminta terus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok serta memperkuat pengawasan distribusi logistik di wilayah Yahukimo.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada TNI/Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat Yahukimo yang selama ini telah menjaga keamanan dan kedamaian daerah.

Menurutnya, kondisi yang aman dan rukun merupakan modal utama agar pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, kegiatan keagamaan, dan perekonomian masyarakat dapat terus berjalan dengan baik.


Sumber : Diskominfo Yahukimo

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 12-Agustus 2026 

Posting Komentar

0 Komentar