Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kerusuhan di Kabupaten Puncak, Sejumlah Kantor Pemerintahan Terbakar Diduga Dipicu Persoalan Dana Kampung

PUNCAK, OLEMAH.COM – Situasi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dilaporkan memanas pada Selasa (11/8/2026) setelah aksi massa yang berlangsung sejak sore hingga malam hari berujung pada pembakaran sejumlah kantor pemerintahan. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh persoalan dana kampung yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan para kepala kampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Olemah.com, massa dari berbagai distrik bersama sejumlah kepala kampung mendatangi pusat pemerintahan Kabupaten Puncak untuk menyampaikan tuntutan terkait keterlambatan pencairan dana kampung, ketidakjelasan penyaluran, serta dugaan penyimpangan dalam pengelolaannya.

Awalnya, aksi berlangsung secara damai dengan tuntutan agar pemerintah daerah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penyaluran dana kampung serta kepastian waktu pencairannya. Namun situasi kemudian berubah menjadi ricuh ketika massa mengaku tidak memperoleh jawaban yang dianggap memuaskan.

Sejumlah Kantor Dilalap Api

Hingga malam hari, aksi massa dilaporkan berubah menjadi tindakan anarkis. Beberapa kantor pemerintahan di pusat kota Kabupaten Puncak terlihat terbakar dengan kobaran api dan asap hitam yang membumbung tinggi.

Dari informasi lapangan yang diterima Olemah.com, bangunan yang dilaporkan mengalami kebakaran antara lain:

1. Kantor Bupati Kabupaten Puncak

2. Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK)

3. Kantor Dinas Keuangan

4. Kantor Dinas Sosial (Dinsos)

5. Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak

Api disebut membakar bagian gedung beserta berbagai fasilitas di dalamnya, termasuk dokumen, arsip, komputer, meja, kursi, dan perlengkapan kantor lainnya.

Sejumlah warga dilaporkan berhamburan menjauh dari lokasi kebakaran untuk menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya menyaksikan peristiwa tersebut dari jarak aman.

Diduga Dipicu Persoalan Dana Kampung

Menurut informasi yang beredar di lapangan, persoalan dana kampung telah menjadi keluhan berkepanjangan di Kabupaten Puncak.

Dana kampung merupakan anggaran yang bersumber dari APBN dan APBD yang diperuntukkan bagi pembangunan kampung, pemberdayaan masyarakat, serta pelayanan dasar.

Sejumlah kepala kampung disebut telah beberapa kali menyampaikan keluhan mengenai keterlambatan pencairan, ketidaksesuaian jumlah dana yang diterima, hingga dugaan adanya pemotongan atau pungutan di tingkat kabupaten.

Ketidakjelasan penyelesaian persoalan tersebut diduga memicu akumulasi kekecewaan masyarakat yang kemudian meledak dalam aksi pada Selasa sore hingga malam.

Aparat Amankan Lokasi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Puncak maupun aparat kepolisian mengenai penyebab pasti kerusuhan, jumlah kerugian, ataupun adanya korban jiwa maupun korban luka.

Informasi yang diterima menyebutkan aparat keamanan telah berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah meluasnya kebakaran ke bangunan lainnya.

Situasi di Kabupaten Puncak dilaporkan masih tegang hingga malam hari, dengan aktivitas masyarakat di beberapa titik mengalami gangguan.

Olemah.com Menunggu Klarifikasi Resmi

Olemah.com masih berupaya menghubungi Pemerintah Kabupaten Puncak, Polres Puncak, dan pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kronologi, penyebab, serta dampak dari peristiwa tersebut.

Informasi mengenai dugaan keterkaitan kerusuhan dengan persoalan dana kampung masih bersifat informasi awal yang berkembang di lapangan dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama sebelum adanya hasil penyelidikan dari pihak berwenang.

Masyarakat diimbau tetap tenang, menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan aparat keamanan hingga situasi benar-benar kondusif.


Sumber : WE.EM

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 12-Agustus 2026

Posting Komentar

0 Komentar