JAKARTA, OLEMAH.COM — Kehidupan masyarakat adat Papua kini hadir lebih dekat dengan masyarakat Jakarta melalui Pameran Foto “Jelajah Kemolekan Sorong Selatan” yang digelar di Hutan Kota by Plataran, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.
Pameran yang berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 tersebut merupakan kolaborasi National Geographic Indonesia, Konservasi Indonesia dan Legenda Khatulistiwa.
Kegiatan ini menampilkan rangkuman perjalanan tim National Geographic Indonesia bersama Konservasi Indonesia saat menjelajahi kawasan Hutan Konda, Sungai Klaogin dan wilayah sekitarnya di Sorong Selatan, Papua Barat Daya.
Melalui rangkaian foto yang dipamerkan, pengunjung diajak melihat lebih dekat kehidupan masyarakat adat, bentang alam Papua, budaya, pangan lokal hingga praktik konservasi yang berkembang di wilayah Kepala Burung Papua.
Mengabadikan Kehidupan Masyarakat Adat
Perjalanan tim sebelumnya dilakukan pada September 2026. Mereka menyusuri kawasan hutan, mengikuti aliran sungai dan menjelajahi bentang alam Sorong Selatan.
Dalam perjalanan tersebut, tim juga bertemu langsung dengan masyarakat adat yang menyambut mereka dengan hangat.
Dari perjalanan itu, berbagai cerita mengenai hubungan masyarakat dengan alam berhasil direkam melalui kamera.
Mulai dari tanah yang dijaga, air yang dihormati, pangan yang diwariskan dari generasi ke generasi, hingga tradisi masyarakat yang tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Pameran tersebut juga mengangkat cerita mengenai kearifan masyarakat adat, konservasi, ekowisata, keanekaragaman budaya serta kedaulatan pangan.
Mama-Mama Tehit Tampilkan Tarian Serur
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rangkaian pameran adalah kehadiran mama-mama dari masyarakat adat Tehit di Distrik Konda, Sorong Selatan.
Mereka datang langsung ke Jakarta dan menampilkan tarian serur di hadapan pengunjung.
Kehadiran masyarakat adat secara langsung memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung karena pameran tidak hanya menghadirkan foto, tetapi juga menghadirkan budaya Papua melalui musik, tarian dan interaksi langsung.
Selain pertunjukan budaya, pengunjung juga dapat mengenal berbagai pangan lokal dari Sorong Selatan.
Pangan Lokal Sorong Selatan Akan Masuk Menu Plataran
CEO Legenda Khatulistiwa, Narendra Makes, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut mendapat sambutan dari pengunjung Hutan Kota by Plataran.
Menurut Narendra, banyak pengunjung menunjukkan ketertarikan terhadap budaya dan kehidupan masyarakat Sorong Selatan.
Ia berharap pameran tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk mengenal lebih dekat masyarakat adat Papua, termasuk budaya, pangan dan alamnya.
Mewakili Plataran Group, Narendra juga menyampaikan komitmen untuk membawa sejumlah menu khusus berbahan pangan dari Sorong Selatan ke dalam jaringan restoran Plataran.
“Akan kita implementasikan di menu Plataran supaya makin banyak orang tahu tentang pangan lokal dari sana dan juga supaya mengangkat budaya mereka,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan pangan lokal Sorong Selatan kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mengangkat nilai budaya yang melekat pada pangan tersebut.
Dialog tentang Alam dan Budaya
Selain pameran fotografi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan bincang bersama masyarakat yang datang langsung dari Papua.
Kegiatan lainnya meliputi gelar budaya berupa musik dan tarian adat, sesi mencicipi pangan lokal, serta dialog mengenai keanekaragaman hayati, perjalanan berkelanjutan dan kearifan lokal.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, pameran tidak hanya menjadi ruang untuk melihat dokumentasi visual, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat Jakarta dengan budaya dan kehidupan masyarakat adat Sorong Selatan.
Perjalanan ke Bariat dan Klaogin
Editor in Chief National Geographic Indonesia, Didi Kaspi Kasim, yang turut menjadi bagian dari tim ekspedisi ke Sorong Selatan, mengatakan perjalanan ke Kampung Bariat, Distrik Konda, dan Kampung Klaogin, Distrik Seremuk, memberikan kesan mendalam.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses dokumentasi untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat adat dan kekayaan alam Sorong Selatan kepada publik yang lebih luas.
Pameran “Jelajah Kemolekan Sorong Selatan” pada akhirnya mempertemukan cerita dari hutan, sungai, masyarakat adat, budaya dan pangan Papua dengan masyarakat di Jakarta.
Melalui fotografi dan kegiatan budaya, Sorong Selatan diperkenalkan bukan hanya melalui keindahan alamnya, tetapi juga melalui kehidupan masyarakat yang menjaga hubungan erat dengan lingkungan dan warisan budaya mereka.
Sumber : Agus G
EditOr : Redaksi Olemah.com
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 04 Oktober 2026

0 Komentar