WAMENA, OLEMAH.COM – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh kelompok masyarakat yang terlibat konflik, baik dari pihak Wouma, Kurima maupun Lani, agar segera menghentikan mobilisasi massa menuju Kota Wamena.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas keamanan Kota Wamena sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan Papua Pegunungan.

Massa Masih Berdatangan ke Titik Konflik

Dalam peninjauan langsung ke wilayah Kurima dan Wouma Atas, tepatnya di daerah Logonowa, Ronny Elopere mengaku melihat langsung pergerakan massa yang masih terus terjadi dari berbagai distrik.

“Massa masih berdatangan terus dari beberapa distrik di wilayah Kurima. Pihak Lani juga massanya datang terus. Hal ini bisa merusak keamanan kota secara umum,” tegasnya di Wamena, Sabtu (9/5/2026).

Ia meminta seluruh pihak tidak lagi melakukan mobilisasi massa untuk melakukan perang.

“Wamena Milik Bersama”

Ronny menegaskan bahwa Kota Wamena merupakan milik seluruh masyarakat Papua Pegunungan dan harus dijaga bersama.

“Wamena ini milik kita bersama, pusat ekonomi. Jangan ada lagi perang-perang di sini. Cukup yang terjadi kemarin,” ujarnya.

Ia menilai konflik berkepanjangan hanya akan membawa kerugian besar bagi masyarakat.

Korban Jiwa dan Jembatan Putus

Dalam keterangannya, Wakil Bupati juga mengungkap sejumlah dampak serius akibat konflik yang terjadi, antara lain:

Sedikitnya 7 warga terkena panah 

Satu jembatan dilaporkan putus 

Sejumlah warga dilaporkan hanyut di kali saat bentrokan terjadi 

Peristiwa tersebut membuat suasana duka menyelimuti masyarakat di wilayah konflik.

Fokus Cari Korban Hanyut

Ronny mengaku telah meminta masyarakat di Wouma menghentikan sementara aksi provokasi agar keluarga korban dapat fokus melakukan pencarian terhadap warga yang hanyut di sungai.

“Kasih kesempatan keluarga mencari jasad yang hanyut di kali. Kami semua turut berduka sedalam-dalamnya,” katanya.

Diduga Dipicu Masalah Denda Adat

Menurut Ronny Elopere, konflik ini diduga dipicu persoalan ketidakpuasan terkait penyelesaian denda adat yang tidak berjalan sesuai kesepakatan.

Meski demikian, ia tetap meminta semua pihak menahan diri dan mengutamakan penyelesaian damai.

Polisi dan Brimob Diminta Perketat Pengamanan

Wakil Bupati juga meminta aparat keamanan memperketat penjagaan di sejumlah titik rawan, termasuk:

• Polsek Kimim 

• Polsek Bolakme 

• Polsek Kurulu 

• Polsek Asolokobal 

• Satuan Brimob 

Langkah ini dilakukan untuk mencegah mobilisasi massa lebih lanjut menuju Kota Wamena.

Ajakan Jaga Kedamaian

Ronny Elopere mengajak seluruh masyarakat menjaga kedamaian dan tidak terpancing situasi.

“Keluarga Kurima mohon tenang, tidak boleh bikin gerakan tambahan. Mari kita jaga kota ini agar tetap kondusif,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap seluruh masyarakat menahan diri dan mengutamakan dialog demi mencegah konflik meluas. Stabilitas keamanan dinilai sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan, ekonomi, dan masa depan Papua Pegunungan.


Sumber : Tribun Papua.com

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 10 Mei 2026