Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Longsor Kembali Terjang Distrik Kabianggama Yahukimo, Warga Alami Kerugian Besar

 

YAHUKIMO, OLEMAH.COM – Musibah tanah longsor kembali melanda wilayah Distrik Kabianggama, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (2/6/2026). Bencana alam tersebut mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang diterima Olemah.com dari masyarakat di wilayah terdampak, longsor terjadi setelah kondisi cuaca dan curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas masyarakat serta sumber mata pencaharian warga mengalami kerusakan yang cukup serius.

Masyarakat menyebutkan bahwa longsor tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada hasil perkebunan.

Lima Lokasi Perkebunan Warga Hanyut

Data sementara yang dihimpun dari masyarakat menunjukkan bahwa sedikitnya lima lokasi perkebunan milik warga hanyut akibat terjangan longsor.

Kerusakan pada area perkebunan tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat karena kebun merupakan sumber utama kebutuhan pangan dan penghasilan keluarga.

Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu masyarakat yang kehilangan lahan perkebunan akibat bencana tersebut.

Empat Rumah Warga Terancam Longsor

Selain merusak lahan perkebunan, longsor juga mengancam permukiman masyarakat.

Sedikitnya empat unit rumah warga dilaporkan berada dalam kondisi rawan karena berada di bawah jalur pergerakan tanah longsor.

Masyarakat khawatir apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, rumah-rumah tersebut berpotensi mengalami kerusakan lebih parah atau bahkan terseret longsor.

Karena itu warga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait guna melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Gedung Gereja GIDI Jemaat Tiatira Mengalami Keretakan

Bencana longsor juga berdampak pada fasilitas pelayanan keagamaan.

Gedung GIDI Jemaat Tiatira dilaporkan mengalami keretakan pada bagian pondasi dan area halaman gereja akibat pergerakan tanah yang terjadi di sekitar lokasi.

Kerusakan tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi jemaat karena bangunan gereja merupakan pusat kegiatan ibadah dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.

Warga berharap adanya bantuan untuk perbaikan gedung gereja agar aktivitas ibadah dapat terus berlangsung dengan aman dan nyaman.

Lapangan Terbang Perintis Wipon Terpotong di Bagian Tengah

Dampak paling serius dari bencana ini juga terjadi pada sektor transportasi.

Lapangan Terbang Perintis Wipon yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor.

Bagian tengah landasan disebut terpotong sehingga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan perintis yang selama ini menjadi salah satu jalur transportasi utama masyarakat pedalaman.

Kerusakan tersebut dikhawatirkan dapat menghambat akses pelayanan kesehatan, pendidikan, logistik, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Masyarakat Harapkan Dukungan dan Bantuan

Masyarakat Distrik Kabianggama berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, lembaga kemanusiaan, gereja, serta berbagai pihak lainnya dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang sedang mereka alami.

Selain membutuhkan bantuan material untuk pemulihan pascabencana, warga juga mengharapkan dukungan doa dari seluruh masyarakat Yahukimo dan Papua Pegunungan.

“Kami berharap semua pihak dapat membantu dan mendoakan masyarakat yang terdampak bencana longsor ini. Kerusakan yang terjadi cukup besar dan membutuhkan perhatian bersama,” ungkap salah satu warga setempat.

Hingga saat ini masyarakat masih terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sambil berharap tidak terjadi longsor susulan yang dapat memperparah kerusakan yang sudah ada.

Perlu Penanganan Cepat

Melihat dampak yang ditimbulkan, masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pendataan dan penanganan darurat terhadap warga terdampak.

Langkah cepat diperlukan untuk mencegah risiko yang lebih besar, terutama bagi rumah-rumah yang masih berada di area rawan longsor serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Bencana ini menjadi pengingat bahwa wilayah pegunungan di Kabupaten Yahukimo memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap longsor, terutama pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi.

Masyarakat kini berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak agar proses pemulihan dapat segera dilakukan dan kehidupan warga kembali normal.


Sumber : Dari Lokasi

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 07-Juni 2026

Posting Komentar

0 Komentar