Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Gibran Janji Tindak Lanjuti Dugaan Kerusakan Candi Muaro Jambi, Soroti Aktivitas Stockpile Batu Bara

Jambi, Olemah.com – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menerima aspirasi langsung dari seorang warga yang mengaku sebagai mahasiswa saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Jambi, Kamis (16/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, warga meminta pemerintah segera menyelamatkan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi yang disebut terdampak aktivitas stockpile batu bara di sekitar kawasan cagar budaya.

Mahasiswa tersebut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kawasan Candi Muaro Jambi yang dinilai menghadapi ancaman akibat aktivitas penumpukan batu bara di sekitar situs bersejarah tersebut.

"Pak Wapres, tolong selamatkan Candi Muaro Jambi dari stockpile batu bara," ujar warga saat berdialog dengan Gibran.

Ia berharap kunjungan Wakil Presiden menjadi momentum untuk menyelamatkan salah satu warisan budaya terpenting di Indonesia yang saat ini sedang diusulkan menjadi Warisan Dunia UNESCO.

Gibran: Cagar Budaya Harus Dilindungi

Menanggapi laporan tersebut, Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa kawasan cagar budaya seharusnya terbebas dari aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestarian situs sejarah.

Menurutnya, keberadaan aktivitas industri di sekitar kawasan cagar budaya perlu mendapat perhatian serius apabila terbukti berdampak terhadap pelestarian situs.

"Ini stockpile batu bara seharusnya tidak boleh berada di sekitar cagar budaya. Cagar budaya harus dilindungi dan tidak boleh terganggu oleh aktivitas yang berpotensi merusaknya," kata Gibran.

Wakil Presiden juga mempertanyakan siapa pihak yang mengelola aktivitas stockpile batu bara tersebut dan meminta agar informasi mengenai perusahaan yang beroperasi di kawasan itu segera ditelusuri.

Akan Ditindaklanjuti

Dalam dialog tersebut, Gibran menegaskan bahwa laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti.

Ia juga menanyakan apakah Pemerintah Provinsi Jambi telah mengetahui kondisi tersebut dan berharap pemerintah daerah ikut memberikan perhatian terhadap perlindungan kawasan cagar budaya.

"Ini akan kita tindaklanjuti," tegas Gibran di hadapan warga.

Pernyataan tersebut disambut positif masyarakat yang berharap adanya langkah nyata untuk menjaga kelestarian kawasan bersejarah tersebut.

Persoalan Sudah Berlangsung Lama

Keberadaan aktivitas stockpile batu bara di sekitar kawasan Candi Muaro Jambi telah menjadi perhatian berbagai kalangan selama beberapa tahun terakhir.

Sejumlah pihak sebelumnya juga telah menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak aktivitas industri terhadap kelestarian kawasan cagar budaya, terutama terkait aspek lingkungan, tata ruang, dan nilai historis situs tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang tepat agar pelestarian kawasan bersejarah tetap menjadi prioritas.

Kompleks Percandian Terluas di Asia Tenggara

Candi Muaro Jambi merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Indonesia. Kawasan ini berada di tepian Sungai Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Dengan luas sekitar 3.981 hektare, kawasan ini dikenal sebagai kompleks percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara.

Para arkeolog memperkirakan kompleks tersebut berkembang antara abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi dan menjadi bagian penting dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya serta Kerajaan Melayu Kuno.

Selain berfungsi sebagai pusat keagamaan, kawasan tersebut diyakini pernah menjadi pusat pendidikan agama Buddha dan aktivitas intelektual di kawasan Asia Tenggara.

Catatan perjalanan biksu asal Tiongkok I-Tsing (Yijing) juga menyebut wilayah Melayu sebagai salah satu pusat pembelajaran agama Buddha sebelum melanjutkan perjalanan menuju Universitas Nalanda di India.

Target Menjadi Warisan Dunia UNESCO

Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong Candi Muaro Jambi memperoleh pengakuan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Situs tersebut telah masuk dalam Tentative List UNESCO, yaitu daftar sementara calon Warisan Dunia.

Dalam proses penilaian, UNESCO tidak hanya mempertimbangkan nilai sejarah dan arkeologi, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan kawasan, pengelolaan, keaslian situs, serta kondisi lingkungan di sekitarnya.

Karena itu, berbagai aktivitas yang dinilai berpotensi memengaruhi kelestarian kawasan menjadi perhatian dalam proses menuju pengakuan sebagai Warisan Dunia.

Pemerintah diharapkan terus memperkuat upaya pelestarian Candi Muaro Jambi agar warisan sejarah tersebut tetap terjaga bagi generasi mendatang sekaligus meningkatkan peluang Indonesia memperoleh pengakuan UNESCO atas salah satu situs budaya terpenting di Asia Tenggara.

Sumber : detik.com

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 17-Juli 2026

Posting Komentar

0 Komentar