Doc.Olemah.com, Foto Sekretaris Daerah Elai Giban, SE.MM Pimpin Apel di depan Gedung Kantor Gubernur Papua Pegunungan

WAMENA, OLEMAH.COM — Sebanyak 726 Aparatur Sipil Negara (ASN) menghadiri apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Senin, 28 September 2026.

Dari total 1.150 ASN, sebanyak 424 ASN tercatat tidak hadir dalam apel tersebut. Dengan demikian, tingkat kehadiran ASN mencapai sekitar 63,1 persen, sementara sekitar 36,9 persen tidak tercatat hadir.

Apel pagi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, S.E., M.M. Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya kedisiplinan, kehadiran, tanggung jawab serta keseriusan seluruh ASN dalam menjalankan pekerjaan pemerintahan.

Elai meminta para ASN tidak memandang pekerjaan hanya sebagai tanggung jawab pejabat atau pimpinan. Menurutnya, seluruh ASN memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan posisi masing-masing.

“Tolong perhatikan kehadiran dalam pekerjaan. Pimpinan selalu pantau kita sebagai ASN. Tetapi jangan kita pikir menduduki jabatan saja yang bisa kerja, semua itu bisa kerja,” kata Elai dalam arahannya.

Memasuki Akhir September

Sekda mengingatkan seluruh jajaran OPD bahwa September 2026 segera berakhir. Karena itu, berbagai pekerjaan dan laporan pemerintahan harus segera diselesaikan dengan baik sebelum memasuki Desember.

Ia meminta setiap OPD tidak menunda pekerjaan administrasi maupun laporan hingga mendekati akhir tahun.

“Sekarang kita sudah berada di ujung bulan September 2026. Tolong ingat laporan, harus baik sebelum Desember,” ujarnya.

Perubahan APBD 2026

Dalam apel tersebut, Elai Giban juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah mengenai pelaksanaan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Ia meminta seluruh pimpinan dan staf bekerja secara serius agar pelaksanaan program pemerintahan dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.

Menurutnya, koordinasi antara pimpinan dan staf menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai pekerjaan pemerintah daerah dapat diselesaikan secara tepat waktu.

Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK

Elai juga menyoroti surat dan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ditindaklanjuti oleh Inspektorat kepada masing-masing OPD.

Ia meminta pimpinan OPD tidak mengabaikan surat maupun rekomendasi yang telah disampaikan melalui Inspektorat.

Tindak lanjut atas hasil pemeriksaan dinilai penting untuk memperbaiki administrasi pemerintahan sekaligus memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai ketentuan.

Aset Daerah Lebih dari Rp1 Triliun

Persoalan aset juga menjadi perhatian dalam arahan Sekda Papua Pegunungan.

Elai meminta seluruh pimpinan dan ASN memperhatikan aset daerah yang merupakan bagian dari proses pengalihan dari provinsi induk.

Ia menyebut nilai aset yang harus ditata dan dikelola Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Besarnya nilai aset tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian serius karena berkaitan dengan pencatatan, pengamanan, pengelolaan dan pertanggungjawaban barang milik daerah.

“Perhatikan aset kita yang merupakan pengalihan dari provinsi induk. Aset kita mencapai satu triliun lebih, sementara APBD kita juga satu triliun,” demikian inti arahan Elai.

Pimpinan Diminta Percaya kepada Staf

Sekda juga meminta para pimpinan OPD memberikan kepercayaan kepada staf yang memiliki kemauan untuk bekerja.

Menurutnya, pekerjaan pemerintahan tidak hanya dapat dilakukan oleh pejabat struktural. Staf juga harus diberikan kesempatan untuk melaksanakan tugas dan menunjukkan kemampuan.

Elai mendorong para pimpinan memberikan pembinaan serta pendidikan yang baik kepada staf agar kemampuan aparatur terus berkembang.

ASN Diminta Mengembalikan Aset

Dalam arahannya, Sekda juga mengingatkan ASN yang sebelumnya memegang jabatan atau memiliki tanggung jawab terhadap aset pemerintah agar memperhatikan proses pengembalian aset.

Ia meminta aset yang masih berada pada pihak yang sebelumnya memegang jabatan dapat dikembalikan sesuai ketentuan.

Langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh aset Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Elai mengingatkan agar persoalan aset tidak menjadi beban bagi ASN di kemudian hari.

Disiplin Menjadi Perhatian

Apel pagi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk mengingatkan kembali seluruh ASN mengenai pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Dengan 726 ASN hadir dari total 1.150 ASN, masih terdapat 424 ASN yang tidak tercatat hadir pada apel tersebut.

Sekda Elai Giban meminta seluruh ASN meningkatkan kehadiran dan kinerja, terutama menjelang akhir tahun anggaran 2026.

Ia juga menekankan agar pimpinan tidak hanya memberikan instruksi, tetapi memberikan ruang kepada staf untuk bekerja, berkembang dan meningkatkan kapasitas.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan membutuhkan kerja bersama seluruh ASN, bukan hanya mereka yang menduduki jabatan.


Sumber : Kaki Abu

EditOr : Redaksi Olemah.com

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 28 September 2026