WAMENA, OLEMAH.COM — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Kepolisian Daerah Papua dan unsur TNI-Polri serta para pemangku kepentingan menggelar Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Kamtibmas di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu, 23 September 2026.
Rakor berlangsung di Aula Baliem Hall Lantai 5, Grand Baliem Hotel Wamena, mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai. Kegiatan ini sebelumnya dijadwalkan pada 22 September 2026, kemudian diundur menjadi 23 September 2026 berdasarkan surat Kapolda Papua Nomor B/Und-139/IX/OPS.1.3./2026.
Rapat tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk membahas perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan unsur lainnya membahas kondisi keamanan sekaligus langkah penanganan secara bersama.
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A. turut hadir dalam rapat tersebut bersama Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan Elai Giban, S.E., M.M., serta jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.
Rakor juga dihadiri para kepala daerah dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Delapan kabupaten tersebut adalah Jayawijaya, Yahukimo, Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Mamberamo Tengah, Nduga dan Pegunungan Bintang.
Delapan Kepala Daerah Papua Pegunungan
Para kepala daerah yang menjadi bagian dari delapan kabupaten tersebut adalah:
1. Atenius Murip — Bupati Jayawijaya.
2. Didimus Yahuli — Bupati Yahukimo.
3. Aletinus Yigibalom — Bupati Lanny Jaya.
4. Willem Wandik — Bupati Tolikara. diwakili Asisten 1
5. Nahor Nekwek — Bupati Yalimo.
6. Yonas Kenelak — Bupati Mamberamo Tengah.
7. Dinard Kelnea — Bupati Nduga, yang diwakili oleh Kepala dinas Sosial
8. Spei Yan Birdana — Bupati Pegunungan Bintang.
Dengan demikian, penyebutan dalam berita sebaiknya menggunakan Bupati Jayawijaya Atenius Murip, karena Wamena merupakan ibu kota Kabupaten Jayawijaya.
Unsur TNI dan Polri
Dari unsur keamanan, rakor melibatkan jajaran Polda Papua, termasuk pejabat utama Polda Papua, unsur Brimob, Intelkam, Reskrimum, Karoops dan Bidang Humas, serta LO Polda Papua Pegunungan.
Dalam surat undangan juga tercantum para Kapolres dari wilayah Papua Pegunungan, yakni Kapolres Jayawijaya, Kapolres Lanny Jaya, Kapolres Tolikara, Kapolres Yalimo, Kapolres Mamberamo Tengah, Kapolres Yahukimo, Kapolres Pegunungan Bintang dan Kapolres Nduga.
Dari unsur TNI, koordinasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan juga melibatkan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 172/Praja Wira Yakthi, bersama satuan-satuan TNI yang berada di wilayah Papua Pegunungan. Pada September 2026, Pangdam XVII/Cenderawasih dijabat Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, sedangkan Danrem 172/PWY dijabat Brigjen TNI Robby Suryadi.
Di tingkat Jayawijaya, unsur TNI antara lain Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang, sementara di Kabupaten Nduga tercatat Dandim 1706/Nduga Letkol Inf Ardian Kristiawan dan Kapolres Nduga Kompol Erol Sudrajat.
Membahas Situasi Keamanan
Rapat koordinasi ini digelar di tengah perhatian terhadap perkembangan situasi keamanan di Papua Pegunungan. Berdasarkan keterangan Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin dalam rakor tersebut, sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat 642 kasus gangguan keamanan, dengan 76 aksi berupa penembakan, pembakaran, kontak tembak, penganiayaan, pemalangan, penyanderaan, pengancaman dan perampasan senjata api.
Kapolda juga menyampaikan terdapat 29 orang meninggal dunia, terdiri dari 25 warga sipil serta masing-masing dua anggota TNI dan Polri. Data tersebut disampaikan Kapolda dalam Rakor Kamtibmas di Wamena pada 23 September 2026.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam koordinasi pemerintah daerah bersama aparat keamanan. Penanganan keamanan tidak hanya dilakukan melalui langkah penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Rakor Kamtibmas ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menghadapi perkembangan situasi keamanan di delapan kabupaten Papua Pegunungan.
Selain itu, forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah dalam menjaga keamanan masyarakat, memperkuat perlindungan warga, memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan, serta membangun komunikasi antara aparat keamanan dengan pemerintah dan masyarakat.
Polda Papua menyampaikan bahwa pengamanan dan patroli akan terus diperkuat pada sejumlah jalur yang dinilai rawan, termasuk jalur Wamena–Tolikara, Wamena–Yalimo, Wamena–Lanny Jaya dan Wamena–Nduga. Pendekatan kepada masyarakat juga dilakukan melalui pembinaan dan program pelayanan masyarakat.
Rapat tersebut memperlihatkan keterlibatan lintas sektor dalam menghadapi persoalan keamanan di Papua Pegunungan, dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan terus membangun koordinasi untuk menjaga situasi tetap aman serta memastikan aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan dapat berlangsung.
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 24 September 2026


0 Komentar