JAYAPURA, OLEMAH.COM – Yunus Wonda menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP) dalam pelaksanaan proyek pemerintah daerah.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di mana ia meminta agar seluruh pekerjaan yang melibatkan pihak ketiga diberikan kepada OAP, khususnya yang memiliki badan hukum.
Tegas: Proyek Harus untuk OAP
Dalam arahannya, Yunus Wonda menekankan bahwa tidak boleh lagi ada praktik pemberian pekerjaan kepada pihak luar atau hanya berputar dalam lingkaran tertentu.
“Kalau ada proyek, harus diberikan kepada anak-anak asli Papua. Jangan coba-coba kasih kerja dalam keluarga saja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para kepala dinas agar tidak mengambil kebijakan yang dapat memicu ketidakpuasan masyarakat.
Setiap Proyek untuk Anak Papua
Menurutnya, jika dalam satu tahun terdapat ratusan proyek, maka harus sebanding dengan jumlah OAP yang diberdayakan.
“Kalau ada 200 proyek, berarti 200 anak Papua harus terlibat,” ujarnya.
Kebijakan ini, lanjutnya, tidak hanya berlaku tahun ini, tetapi selama masa kepemimpinannya.
Demi Ekonomi dan Pendidikan
Yunus Wonda menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Ia menyebut, kesempatan kerja bagi OAP sangat penting agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup, termasuk biaya pendidikan anak-anak.
“Kami orang Papua bekerja bukan untuk gaya, tapi untuk menghidupi keluarga,” katanya.
Implementasi Semangat Otonomi Khusus
Bupati juga menekankan pentingnya memahami makna Otonomi Khusus (Otsus) secara nyata, terutama dalam memberikan ruang ekonomi kepada masyarakat asli Papua.
Ia meminta seluruh OPD agar benar-benar menerjemahkan semangat Otsus dalam kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran OAP dalam pembangunan daerah, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari proyek pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 21 April 2026

0 Komentar