Salah satunya datang dari Nikolaus Heluka, yang menilai bahwa pelaksanaan ibadah belum sepenuhnya mencerminkan tema besar yang diusung.
Kritik terhadap Materi Khotbah
Menurut Nikolaus Heluka, ibadah yang dihadiri ribuan jemaat tersebut berlangsung dengan antusias tinggi, namun sebagian peserta disebut pulang dengan perasaan kurang puas.
Hal ini disebabkan materi khotbah yang dinilai tidak relevan dengan tema utama perayaan, yakni refleksi sejarah masuknya Injil di Lembah Baliem.
“Banyak jemaat pulang dengan perasaan kosong karena tidak mendapatkan refleksi sejarah sesuai tema yang dipasang,” ujarnya.
Ia menilai, penyampaian khotbah lebih banyak berisi kesaksian pribadi dan cenderung menyerupai kebaktian kebangunan rohani (KKR), sehingga makna historis perayaan kurang tergali.
Harapan untuk Perbaikan ke Depan
Nikolaus Heluka berharap panitia ke depan dapat lebih selektif dalam menentukan pembicara, khususnya yang memiliki pemahaman mendalam terkait sejarah pekabaran Injil di Lembah Baliem.
Ia mengusulkan agar:
Mengundang anak-anak misionaris
Melibatkan pendeta lokal
Menghadirkan narasumber yang memahami konteks sejarah Baliem
Langkah ini dinilai penting agar pesan yang disampaikan selaras dengan makna perayaan.
Momentum Sejarah Harus Bermakna
Menurutnya, peringatan Injil Masuk di Lembah Baliem merupakan momen sakral yang hanya berlangsung sekali dalam setahun dan memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Papua.
Karena itu, materi yang disampaikan harus mampu memperkuat pemahaman iman sekaligus sejarah.
“Momen ini sangat berharga. Jangan sampai jemaat pulang tanpa mendapatkan makna,” tegasnya.
Soroti Efektivitas dan Penggunaan Anggaran
Ia juga menyinggung pentingnya efektivitas pelaksanaan kegiatan, mengingat dukungan anggaran yang cukup besar dalam perayaan tersebut.
Menurutnya, akan sangat disayangkan jika hasil yang dirasakan jemaat tidak sebanding dengan persiapan dan biaya yang telah dikeluarkan.
Kritik ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi panitia ke depan, agar perayaan HUT Pekabaran Injil di Lembah Baliem semakin berkualitas, bermakna, dan mampu memperkuat iman serta persatuan umat.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 20 April 2026

0 Komentar