Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

BKPSDM Yahukimo Resmi Buka Diklat Prajabatan CPNS dan Orientasi PPPK THK2 2026, Bupati: “Kalau Anak Lapar, Orang Tua Tidak Bisa Tenang”

YAHUKIMO, OLEMAH.COM – Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) serta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) THK2 Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Senin (02/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sumohai tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua dan menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Yahukimo dalam meningkatkan kualitas aparatur sipil negara yang profesional, disiplin, berintegritas, dan siap melayani masyarakat.

Acara pembukaan berlangsung penuh semangat dan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, serta ratusan peserta CPNS dan PPPK THK2 yang akan mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan ASN selama beberapa hari ke depan.

Dalam baliho kegiatan terlihat slogan nasional ASN seperti “Bangga Melayani Bangsa” dan “BerAKHLAK” serta logo Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) yang menegaskan bahwa pelaksanaan diklat tersebut mengikuti standar nasional pengembangan kompetensi aparatur negara.

Ketua Panitia: Diklat untuk Membentuk ASN Profesional dan BerAKHLAK

Ketua panitia sekaligus Kepala BKPSDM Yahukimo, Vernandus Simbong, ST, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Diklat Prajabatan dan Orientasi PPPK THK2 Tahun 2026.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana diubah dalam PP Nomor 17 Tahun 2020, serta berbagai regulasi dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia terkait pengembangan kompetensi ASN dan PPPK.

Menurut Vernandus Simbong, tujuan utama pelaksanaan diklat adalah membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berkarakter, memiliki integritas tinggi, dan mampu menjalankan pelayanan publik dengan baik sesuai nilai dasar ASN BerAKHLAK.

“Melalui diklat ini peserta diharapkan memahami kedudukan, peran, nilai dasar ASN, disiplin birokrasi, etika pelayanan, dan siap melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa peserta Diklat Prajabatan dan Orientasi PPPK THK2 Tahun 2026 berjumlah sebanyak 534 orang, yang terdiri dari:

CPNS Golongan II sebanyak 377 orang

CPNS Golongan III sebanyak 92 orang

PPPK Golongan VA sebanyak 180 orang

PPPK Golongan VII sebanyak 18 orang

PPPK Golongan IX sebanyak 6 orang

PPPK Golongan X sebanyak 1 orang.

Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai 2 Juni hingga 11 Juni 2026 dengan menggunakan kurikulum dan pedoman resmi dari LAN RI.

Sambutan Bupati Yahukimo: “Kalau Anak Lapar, Orang Tua Tidak Bisa Tenang”

Dalam sambutannya, Bupati Yahukimo menyampaikan pidato panjang penuh motivasi, refleksi kehidupan, serta nasihat kepada seluruh peserta diklat yang baru diterima sebagai CPNS dan PPPK.

Bupati mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk selalu bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan kesempatan hidup dan berkumpul dalam keadaan sehat.

Ia menekankan pentingnya memulai setiap aktivitas pemerintahan dengan ibadah dan doa agar seluruh pekerjaan diberkati dan dipimpin oleh Tuhan.

“Kita mulai bulan dengan ibadah supaya Tuhan yang pelihara dan Tuhan yang pimpin,” katanya.

Bupati juga menjelaskan bahwa penerimaan CPNS dan PPPK di Yahukimo bukan perkara mudah karena kondisi keuangan daerah yang terbatas.

Ia mengungkapkan bahwa banyak daerah lain menolak formasi PPPK dan CPNS karena keterbatasan anggaran, namun Pemerintah Kabupaten Yahukimo tetap berusaha menerima pegawai demi membantu masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan tetap.

Menurutnya, kondisi ekonomi di Yahukimo masih sangat bergantung pada dana transfer pemerintah pusat dan lapangan pekerjaan di luar ASN masih sangat terbatas.

“Kalau kita tidak terima pegawai negeri, banyak orang akan susah. Karena di sini lapangan kerja sangat terbatas,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan pesan menyentuh mengenai kehidupan keluarga dan perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup anak-anak mereka.

“Bagaimana kalau anak lapar? Anak tidak ada makanan? Orang tua mungkin bisa diberi pengertian, tapi anak tidak mungkin,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

Menurutnya, menjadi ASN bukan hanya soal status atau jabatan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral untuk menjaga keluarga, membantu orang tua, membiayai pendidikan anak, dan melayani masyarakat dengan baik.

Pesan Keras soal Loyalitas dan Etika ASN

Dalam pidatonya, Bupati Yahukimo juga memberikan pesan tegas kepada seluruh peserta agar tidak sombong dan merasa paling pintar setelah diterima menjadi ASN.

Ia mengingatkan bahwa kesuksesan dalam birokrasi dimulai dari loyalitas, disiplin, dedikasi, serta kemampuan mendukung pimpinan dengan baik tanpa harus menunjukkan diri lebih hebat dari atasan.

“Kalau kamu punya dedikasi, loyalitas, etos kerja, dan kejujuran, Tuhan akan buka jalan untuk masa depanmu,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti seluruh materi pendidikan dan pelatihan dengan serius karena ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama diklat akan menjadi modal penting dalam perjalanan karier ASN ke depan.

Menurut Bupati, perjalanan menjadi ASN yang baik tidak terjadi secara instan, tetapi harus dimulai dari bawah dengan kesabaran, kerja keras, dan pengabdian.

“Kamu sekarang mulai dari bawah. Nanti pelan-pelan bisa jadi kepala seksi, kepala bidang, kepala dinas, bahkan pemimpin daerah,” katanya.

ASN Diminta Bijak Bermedia Sosial

Bupati Yahukimo juga menyinggung perkembangan media sosial yang menurutnya bergerak sangat cepat dan dapat mempengaruhi citra ASN maupun pemerintah daerah.

Ia meminta seluruh ASN muda di Yahukimo agar tidak sembarangan menggunakan media sosial dan tetap menjaga etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Kecepatan media sekarang mengalahkan suara kita. Apa yang kita bicara bisa langsung tersebar ke seluruh dunia,” ujarnya.

Menurutnya, ASN harus menjadi contoh yang baik di masyarakat, menjaga perilaku, menjaga nama baik instansi, serta membangun kehidupan sosial yang damai dan harmonis.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ASN bukan hanya dilihat dari jabatan dan gaji, tetapi juga dari kehidupan keluarga, hubungan sosial, dan kedamaian hidup.

“Kalau rumah tangga aman, tetangga baik, pelayanan jalan, itu baru namanya damai sejahtera,” katanya.

Harapan Besar untuk ASN Yahukimo

Pemerintah Kabupaten Yahukimo berharap melalui Diklat Prajabatan CPNS dan Orientasi PPPK THK2 Tahun 2026 ini akan lahir aparatur sipil negara yang memiliki kualitas, disiplin, loyalitas, serta integritas tinggi dalam melayani masyarakat.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ASN yang profesional dan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Yahukimo.

Dengan semangat “Bangga Melayani Bangsa” dan nilai dasar ASN BerAKHLAK, para peserta diharapkan mampu menjadi aparatur yang tidak hanya bekerja untuk negara, tetapi juga hadir membawa perubahan positif bagi masyarakat Papua Pegunungan.


Sumber : Kaki Abu

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 02-Juni 2026

Posting Komentar

0 Komentar