Mama Yasinta dikenal sebagai salah satu perempuan adat Marind-Anim yang selama dua tahun terakhir aktif menyuarakan penolakan terhadap dugaan perampasan tanah adat yang berkaitan dengan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Merauke, Papua Selatan.
Menurut keterangan keluarga, Mama Yasinta meninggalkan rumahnya pada 23 Mei 2026 tanpa menyampaikan tujuan keberangkatannya kepada keluarga maupun kerabat dekat.
Keluarga mengaku sempat kehilangan kontak selama beberapa hari dan baru mengetahui keberadaan Yasinta setelah sejumlah video dirinya muncul di berbagai platform media sosial.
BBC Telusuri Aktivitas Mama Yasinta di Jakarta
Dalam laporan yang dipublikasikan oleh BBC News Indonesia, perjalanan Mama Yasinta selama berada di Jakarta ditelusuri melalui berbagai rekaman video, wawancara, dan penelusuran lapangan.
Dari hasil penelusuran tersebut, diketahui bahwa selama berada di Jakarta, Mama Yasinta sempat mengunjungi sebuah gereja dan makan di sebuah kantin sederhana yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Selain itu, Yasinta juga diketahui bertemu dengan beberapa pihak yang berasal dari kalangan advokat dan masyarakat Papua.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa selama berada di Jakarta, Mama Yasinta berinteraksi dengan tiga advokat serta seorang perempuan asli Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika.
Pertemuan dengan Sejumlah Advokat
Keberadaan beberapa advokat yang mendampingi atau bertemu dengan Mama Yasinta menjadi salah satu perhatian dalam laporan investigatif tersebut.
BBC melaporkan bahwa terdapat dugaan hubungan tertentu berdasarkan rekam jejak digital sejumlah pihak yang disebut pernah berinteraksi dengan Mama Yasinta selama berada di Jakarta.
Namun demikian, pihak-pihak yang disebut dalam laporan tersebut membantah adanya keterlibatan dalam upaya memaksa atau mengatur keberangkatan Mama Yasinta ke Jakarta.
Mereka juga membantah tuduhan bahwa terdapat skenario tertentu untuk mendorong Mama Yasinta mengambil langkah hukum terhadap kelompok masyarakat sipil yang selama ini mendampinginya dalam isu penolakan PSN di Merauke.
Keluarga Pertanyakan Sumber Biaya Perjalanan
Salah satu pertanyaan yang muncul dari keluarga berkaitan dengan sumber pembiayaan perjalanan Mama Yasinta dari Merauke ke Jakarta.
Dalam wawancara yang dikutip berbagai media, salah satu anggota keluarga mengaku sulit membayangkan bahwa Yasinta mampu membiayai seluruh perjalanan secara mandiri.
Menurut keluarga, selama ini Yasinta dikenal sebagai perempuan sederhana yang menggantungkan kehidupan sehari-hari dari hasil berjualan sayur di pasar.
Karena itu, keluarga mempertanyakan bagaimana biaya tiket pesawat, akomodasi, dan kebutuhan selama berada di Jakarta dapat dipenuhi.
Di sisi lain, Mama Yasinta dalam keterangannya menyatakan bahwa seluruh biaya perjalanan dan kebutuhan selama berada di Jakarta ditanggung sendiri.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari publik yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Berangkat Bersamaan dengan Kunjungan Menteri Pertahanan
Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, keberangkatan Mama Yasinta dari Kampung Wanam terjadi pada hari yang sama dengan kunjungan Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke wilayah tersebut.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun pihak Kementerian Pertahanan telah membantah adanya keterlibatan institusi maupun aparat dalam keberangkatan Mama Yasinta menuju Jakarta.
Polemik PSN Merauke Kembali Mengemuka
Kasus yang melibatkan Mama Yasinta kembali membuka perdebatan mengenai pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional di Papua Selatan, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan lahan adat dan hak-hak masyarakat adat.
Sejumlah kelompok masyarakat sipil menilai persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.
Sementara pemerintah terus menegaskan bahwa pembangunan nasional harus tetap memperhatikan hak-hak masyarakat dan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Publik Menanti Kejelasan
Hingga kini, berbagai pihak masih menunggu kejelasan mengenai seluruh rangkaian perjalanan Mama Yasinta ke Jakarta serta berbagai pertemuan yang dilakukan selama berada di ibu kota.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut isu hak masyarakat adat, pembangunan nasional, serta dinamika sosial yang berkembang di Papua Selatan.
Perjalanan Mama Yasinta yang awalnya tidak diketahui keluarga kini telah menjadi sorotan nasional setelah berbagai fakta dan informasi mulai terungkap melalui laporan media dan pernyataan dari berbagai pihak yang terlibat.
Sumber : BBC Indonesia
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 09-Juni 2026

0 Komentar