WAMENA, OLEMAH.COM – Konferensi IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Baliem Tengah resmi dibuka pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIT, bertempat di Gedung Gereja Baru Muria, Hom-Hom, Wamena, Papua Pegunungan.
Konferensi ini mengangkat tema “Bertumbuh Bersama” berdasarkan Efesus 4:15-16, dengan subtema “Melalui Konferensi IV GKII Daerah Baliem Tengah Mewujudkan Jemaat untuk Berakar dalam Kristus, Bertumbuh dalam Kesatuan dan Saling Membangun dalam Kasih.”
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, S.E., M.M., Wakil Bupati Jayawijaya, Kepala Departemen Agama, para hamba Tuhan, serta perwakilan dari 15 gereja yang berada di wilayah Kota Wamena dan Baliem Tengah.
Kehadiran unsur pemerintah, tokoh agama dan para pelayan gereja menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan konferensi sekaligus memperkuat hubungan antara gereja, pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial, keagamaan dan pelayanan di Papua Pegunungan.
Firman Tuhan Tekankan Pertumbuhan Iman
Firman Tuhan dalam pembukaan konferensi disampaikan oleh Pdt. Jhonatan Duwiri, S.Th., berdasarkan Efesus 4:15-16.
Dalam khotbahnya, Pdt. Jhonatan menjelaskan bahwa pertumbuhan merupakan sebuah proses yang harus berlangsung terus-menerus. Pertumbuhan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga harus terjadi dalam kehidupan rohani setiap pribadi dan jemaat.
Ia menggambarkan pertumbuhan seperti seorang anak yang terus berkembang dari kecil menjadi dewasa, maupun tanaman yang berawal dari benih kecil kemudian tumbuh menjadi pohon besar.
Demikian pula kehidupan iman. Jemaat tidak boleh berhenti pada tahap mengetahui firman Tuhan, tetapi harus mengalami perubahan kehidupan dari hari ke hari.
Pertumbuhan tersebut dapat terlihat ketika seseorang mulai belajar mengampuni, menolong, menerima orang lain, bekerja sama dan melayani sesama.
Menurutnya, bertumbuh bersama berarti bukan hanya seseorang yang mengalami pertumbuhan secara pribadi, tetapi seluruh jemaat bersama-sama mengalami pertumbuhan menuju kedewasaan di dalam Kristus.
Jemaat Jangan Hanya Menjadi Penonton
Pdt. Jhonatan juga mengingatkan agar kehidupan gereja tidak hanya dipenuhi oleh orang-orang yang datang sebagai penonton.
Setiap anggota jemaat memiliki kemampuan, karunia dan fungsi masing-masing yang dapat digunakan untuk pelayanan.
Ada yang memiliki kemampuan mengajar, berdoa, melayani anak-anak, membantu orang sakit maupun menjalankan berbagai bentuk pelayanan lainnya.
Karena itu, seluruh anggota jemaat diharapkan mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan panggilan masing-masing.
Dalam gambaran tubuh Kristus, setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya saling membutuhkan. Tidak ada satu bagian yang dapat mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan bagian lainnya.
Pesan tersebut menjadi sangat relevan bagi 15 jemaat di wilayah GKII Daerah Baliem Tengah agar pelayanan dapat dilakukan secara bersama-sama dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Empat Prinsip Utama untuk Bertumbuh Bersama
Dalam khotbahnya, Pdt. Jhonatan menekankan sejumlah prinsip yang perlu menjadi dasar kehidupan jemaat.
1. Memegang Kebenaran dalam Kasih
Jemaat dipanggil untuk tetap berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan, tetapi kebenaran tersebut harus disampaikan dalam kasih.
Kebenaran tidak boleh dijadikan senjata untuk menghancurkan, mempermalukan atau menjatuhkan orang lain.
Teguran dalam kehidupan gereja harus memiliki tujuan untuk memperbaiki, memulihkan dan membantu seseorang kembali kepada kehidupan yang benar.
2. Menjadikan Kristus sebagai Pusat
Pertumbuhan jemaat harus memiliki arah yang jelas, yaitu Kristus sebagai pusat kehidupan.
Gereja tidak hanya mengukur keberhasilan berdasarkan jumlah anggota, banyaknya kegiatan atau pembangunan gedung, tetapi juga melihat apakah kehidupan jemaat benar-benar mengalami perubahan dan semakin menyerupai Kristus.
Pertanyaan penting bagi gereja bukan hanya berapa banyak orang yang datang beribadah, tetapi berapa banyak kehidupan yang berubah melalui firman Tuhan.
3. Kesetiaan dalam Pelayanan
Setiap anggota jemaat memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
Karena itu, pelayanan tidak boleh hanya dibebankan kepada beberapa orang sementara anggota lainnya hanya menjadi penonton.
Seluruh jemaat dipanggil untuk mengambil bagian dalam pelayanan sesuai dengan kemampuan dan karunia yang diberikan Tuhan.
4. Saling Membutuhkan sebagai Satu Tubuh
Gereja merupakan satu tubuh dengan Kristus sebagai kepala.
Setiap anggota memiliki fungsi berbeda, tetapi seluruhnya harus bekerja bersama.
Karena itu, konferensi diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengambil keputusan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat potensi setiap anggota dan menentukan bagaimana setiap orang dapat berkontribusi dalam pelayanan.
Ketua Klasis Dorong Evaluasi dan Kesatuan
Ketua Klasis Lembah Baliem Wamena dalam sambutannya mengajak seluruh peserta konferensi untuk mengucap syukur kepada Tuhan karena dapat berkumpul untuk membicarakan evaluasi pelayanan dan menentukan arah pelayanan ke depan.
Ia mengingatkan bahwa tidak ada pelayanan yang dapat berjalan tanpa jemaat. Gereja dan pelayanan juga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan yang berpusat kepada Tuhan.
Berbagai tantangan seperti perbedaan pendapat, persoalan ekonomi dan perkembangan teknologi harus dihadapi dengan bijaksana.
Ia mengajak para peserta untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dalam konferensi lahir melalui doa dan pertimbangan yang baik.
Menurutnya, gereja yang kuat bukan hanya gereja yang memiliki banyak anggota, tetapi gereja yang mampu mempersatukan perbedaan, menghargai satu sama lain dan bekerja bersama.
Pemerintah Jayawijaya Dukung Kontribusi Gereja
Sambutan Bupati Jayawijaya disampaikan oleh Wakil Bupati Jayawijaya.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas pelaksanaan Konferensi IV GKII Daerah Baliem Tengah.
Pemerintah melihat gereja memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan, perdamaian dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui konferensi tersebut, pemerintah berharap GKII dapat melakukan evaluasi terhadap program pelayanan yang telah berjalan sekaligus menyusun program strategis yang lebih menyentuh kebutuhan jemaat dan masyarakat.
Program pelayanan juga diharapkan tetap memperhatikan nilai-nilai dan budaya asli masyarakat setempat.
Pemerintah dan Gereja Perlu Berjalan Bersama
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah.
Dukungan gereja, tokoh agama, masyarakat dan seluruh elemen sosial sangat dibutuhkan dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.
Karena itu, konferensi GKII diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama antara gereja dan pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.
Peserta juga diajak menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat di tengah berbagai dinamika sosial maupun politik yang terjadi.
Konferensi Diharapkan Melahirkan Program Strategis
Konferensi IV GKII Daerah Baliem Tengah diharapkan tidak berhenti pada agenda organisasi dan pemilihan kepengurusan.
Konferensi juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan pelayanan, melihat berbagai kekurangan, mengenali potensi jemaat dan menyusun langkah pelayanan ke depan.
Dengan jumlah jemaat yang tersebar di wilayah Baliem Tengah, kebersamaan menjadi salah satu kunci agar pelayanan dapat berkembang secara lebih baik.
Tema “Bertumbuh Bersama” menjadi pesan utama bahwa pertumbuhan gereja harus berlangsung secara pribadi sekaligus bersama-sama.
Pertumbuhan tersebut mencakup kedewasaan iman, kesetiaan dalam pelayanan, persatuan, kasih, kepedulian terhadap sesama serta kemampuan bekerja bersama sebagai satu tubuh Kristus.
Konferensi IV GKII Daerah Baliem Tengah akhirnya diharapkan mampu menghasilkan keputusan dan program yang membawa gereja semakin kuat, jemaat semakin dewasa dalam iman dan pelayanan semakin memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam kesatuan dan saling membangun dalam kasih” menjadi pesan yang diharapkan tidak hanya menjadi tema konferensi, tetapi diwujudkan dalam kehidupan nyata seluruh jemaat.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 19-Agustus 2026

0 Komentar