Aksi tersebut berlangsung di halaman Kantor KNPB Wilayah Yahukimo dan diikuti sejumlah masyarakat. Dalam aksi itu, peserta menyampaikan sejumlah aspirasi melalui orasi dan membawa berbagai pamflet berisi tuntutan politik.
KNPB Yahukimo menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mengenai sejarah politik Papua serta penolakan terhadap proses integrasi Papua ke dalam Indonesia yang menurut mereka tidak sesuai dengan kehendak rakyat Papua.
KNPB Soroti New York Agreement
Dalam pernyataannya, KNPB Yahukimo menilai New York Agreement dan proses politik yang kemudian mengarah pada pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) perlu ditinjau kembali.
Mereka juga menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meninjau kembali berbagai keputusan dan proses politik yang berkaitan dengan status Papua.
KNPB menyebut tuntutan tersebut sebagai bagian dari perjuangan politik yang telah berlangsung dari generasi ke generasi.
Namun, berbagai klaim sejarah dan politik yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan pandangan dan sikap politik KNPB dan tidak secara otomatis merupakan fakta atau posisi resmi pemerintah Indonesia maupun PBB.
Soroti Konflik dan Pengungsi
Selain persoalan sejarah politik Papua, massa aksi juga menyampaikan perhatian terhadap situasi keamanan dan kemanusiaan di sejumlah wilayah Papua.
KNPB Yahukimo menyoroti keberadaan masyarakat yang disebut mengungsi akibat konflik bersenjata serta meminta pemerintah, lembaga legislatif dan pihak gereja memberikan perhatian terhadap kondisi warga terdampak konflik.
Dalam orasinya, peserta aksi juga meminta adanya langkah untuk mengurangi kekerasan bersenjata dan mendorong penyelesaian konflik melalui dialog.
KNPB menyerukan agar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata dapat menghentikan kekerasan dan membuka ruang perundingan dengan melibatkan pihak yang dianggap netral.
Kritik terhadap Pemerintah Daerah
Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta juga menyampaikan kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan DPRK Yahukimo.
Mereka mempertanyakan sejauh mana lembaga pemerintah daerah memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak konflik serta meminta pemerintah memperhatikan persoalan pengungsi.
Massa juga menyoroti persoalan pengelolaan tanah dan rencana pembangunan maupun investasi di Yahukimo. Mereka meminta pemerintah daerah tidak mengambil keputusan terkait tanah tanpa melibatkan masyarakat pemilik hak ulayat.
KNPB juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak pembukaan lahan terhadap lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat.
KNPB Serukan Penentuan Nasib Sendiri
Dalam pernyataan yang disampaikan dalam aksi, KNPB Yahukimo kembali menegaskan agenda politik mereka mengenai hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua.
Mereka menyatakan perjuangan tersebut akan terus disampaikan melalui aksi-aksi politik dan penyampaian aspirasi.
Salah satu pimpinan KNPB Yahukimo, Nifal Enggalim, menyebut perjuangan yang mereka lakukan merupakan rangkaian dari perjuangan masa lalu, masa kini dan masa depan.
Sementara itu, Korlap Umum Hulu Sama dan Ketua I KNPB Yahukimo Sinduk Kobak turut terlibat dalam penyampaian aspirasi dalam aksi tersebut.
Seruan Aksi Damai
Sebelum pelaksanaan aksi, KNPB Yahukimo telah menyerukan agar peserta menjaga ketertiban. Dalam seruan mereka, peserta diminta tidak membawa senjata tajam, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan tindakan emosional maupun provokatif, serta mengikuti arahan keamanan selama kegiatan berlangsung.
KNPB juga meminta massa tidak mengganggu lalu lintas dan fasilitas umum.
Hal tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara menyatakan aksi dimaksudkan sebagai penyampaian aspirasi secara damai.
Hingga berita ini diterbitkan, Olemah.com belum memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo, TNI, Polri maupun pihak terkait lainnya mengenai seluruh tuduhan dan klaim yang disampaikan dalam aksi KNPB tersebut. Olemah.com membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.
Sumber : Natan Sama
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 16-Agustus 2026

0 Komentar