Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Apresiasi Bantuan, Sampaikan Lima Tuntutan kepada Pemkab

MANOKWARI, OLEMAH.COM — Mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari, Papua Barat, menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang membantu mereka selama menghadapi persoalan tempat tinggal sekaligus menyampaikan sikap dan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Pernyataan tersebut disampaikan mahasiswa pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah sebelumnya mereka sempat meninggalkan kontrakan dan bertahan sementara di lingkungan Gereja GIDI Misia, Manokwari.

Mahasiswa kemudian kembali ke kontrakan setelah mendapat bantuan untuk penyelesaian persoalan pembayaran sewa. Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, sebelumnya menyatakan telah membantu menyelesaikan tunggakan kontrakan mahasiswa Yahukimo.

Mahasiswa Sampaikan Apresiasi

Dalam pernyataan sikap tersebut, mahasiswa Yahukimo menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang dinilai telah memberikan dukungan selama mereka berada di tempat pengungsian.

Apresiasi pertama disampaikan kepada Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, atas perhatian dan bantuan yang diberikan sehingga mahasiswa dapat kembali menempati kontrakan.

Mahasiswa juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat atas bantuan finansial yang menurut mereka turut membantu penyelesaian biaya kontrakan.

Ucapan apresiasi juga disampaikan kepada Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.A., Senator DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat, yang disebut memberikan bantuan bahan makanan kepada mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa menyampaikan penghargaan kepada Kepala Suku Besar Keluarga Besar Pegunungan Tengah beserta para tokoh intelektual yang memberikan dukungan berupa bahan makanan dan dana selama masa pengungsian.

Dukungan juga datang dari Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT), 15 koordinator wilayah, mahasiswa asrama kedaerahan, serta lembaga donor dan para simpatisan yang ikut membantu memenuhi kebutuhan mahasiswa selama berada di lokasi pengungsian.

Terima Kasih kepada Gereja GIDI Misia

Mahasiswa juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pihak denominasi Gereja GIDI Misia Manokwari yang telah memberikan tempat dan fasilitas selama mereka meninggalkan kontrakan.

Gereja menjadi tempat mahasiswa bertahan selama menghadapi persoalan hunian sebelum mendapatkan bantuan untuk kembali ke kontrakan.

Dalam perkembangan terakhir, mahasiswa telah membongkar posko dan kembali ke kontrakan setelah beberapa hari berada di lingkungan gereja.

Bagi mahasiswa, dukungan gereja menjadi bagian penting selama mereka menghadapi kondisi tersebut.

Mahasiswa Soroti Komunikasi dengan Pemkab Yahukimo

Ketua Korwil Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Manokwari, Ima Siep, mengatakan pihak mahasiswa telah berupaya melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Menurut Siep, mahasiswa mengaku telah melakukan komunikasi sesuai mekanisme yang mereka tempuh, termasuk mendatangi daerah secara langsung untuk melakukan klarifikasi dan pertemuan tatap muka.

Namun, mahasiswa menilai masih diperlukan ruang komunikasi yang lebih terbuka antara mereka dan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

“Dalam kondisi seperti ini pemerintah daerah harusnya hadir sebagai solusi untuk memberikan ruang kepada mahasiswa Yahukimo Kota Studi Manokwari. Justru kami mengalami problem yang tidak kami inginkan,” kata Siep, Rabu, 7 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut merupakan sikap mahasiswa berdasarkan pengalaman mereka selama menghadapi persoalan kontrakan dan masa pengungsian.

Lima Poin Sikap Mahasiswa

Dalam pernyataan yang disampaikan, mahasiswa Yahukimo juga menyampaikan sejumlah tuntutan dan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Secara umum, lima poin yang menjadi perhatian mahasiswa berkaitan dengan:

1. Respons Pemerintah Kabupaten Yahukimo terhadap kondisi mahasiswa Yahukimo yang menempuh  pendidikan di Kota Studi Manokwari.

2. Kepastian tempat tinggal mahasiswa, agar persoalan kontrakan tidak kembali mengganggu proses pendidikan.

3. Kejelasan dukungan dan bantuan pendidikan bagi mahasiswa Yahukimo di Manokwari.

4. Pembukaan ruang komunikasi dan dialog antara pemerintah daerah dan mahasiswa untuk mencari penyelesaian bersama.

5. Perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa, termasuk kebutuhan dasar yang mendukung mahasiswa menyelesaikan studi.

Tuntutan tersebut disampaikan setelah mahasiswa mengalami persoalan hunian yang menyebabkan mereka harus meninggalkan kontrakan pada 3 Oktober 2026 dan sementara tinggal di lingkungan Gereja GIDI Misia.

Persoalan Hunian Menjadi Pelajaran

Persoalan yang dialami mahasiswa Yahukimo di Manokwari memperlihatkan pentingnya kepastian dukungan terhadap mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari daerah asal.

Sebelumnya, lebih dari 100 mahasiswa Yahukimo dilaporkan menghadapi persoalan pembayaran kontrakan. Kondisi tersebut membuat mahasiswa harus meninggalkan tempat tinggal dan mengungsi sementara di lingkungan gereja.

Setelah mendapat bantuan dari sejumlah pihak, termasuk bantuan yang disebut berasal dari Wakil Gubernur Papua Pegunungan, mahasiswa akhirnya dapat kembali ke kontrakan.

Namun, mahasiswa menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan bantuan darurat.

Mereka menginginkan adanya komunikasi dan solusi yang lebih berkelanjutan sehingga persoalan tempat tinggal dan dukungan pendidikan tidak kembali terjadi pada masa mendatang.

Mahasiswa Ingin Fokus Menyelesaikan Pendidikan

Mahasiswa Yahukimo di Manokwari berharap seluruh pihak dapat melihat persoalan tersebut dari sisi keberlangsungan pendidikan.

Mereka berada di Manokwari untuk menempuh pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri agar nantinya dapat memberikan kontribusi bagi keluarga dan Kabupaten Yahukimo.

Karena itu, kepastian tempat tinggal, dukungan pendidikan, serta komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dinilai mahasiswa sebagai bagian penting dalam menunjang proses perkuliahan.

Pernyataan sikap tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi mahasiswa kepada pihak-pihak yang telah membantu mereka selama menghadapi persoalan, sekaligus menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Yahukimo membuka ruang penyelesaian bersama.

Sumber : detiksatu.Com 

EditOr : Redaksi Olemah.com

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 07 Oktober 2026

Posting Komentar

0 Komentar