Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, S.IP., Selasa, 8 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Setda Yahukimo, Kapolres Yahukimo, pimpinan dan staf Dinas Ketahanan Pangan, pimpinan organisasi perangkat daerah, 51 kepala distrik, Ketua PGGY, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Esau Miram menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga masyarakat Yahukimo dapat melewati berbagai kesulitan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menghadapi persoalan pangan secara bersama-sama tanpa saling menyalahkan.
Menurut Esau, kondisi kekeringan dan gangguan distribusi pangan di Yahukimo dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain cuaca, menurunnya debit air sungai, keterbatasan transportasi udara, serta faktor keamanan yang menyebabkan sejumlah penerbangan menuju distrik mengalami penundaan.
Ketergantungan masyarakat terhadap transportasi udara, sungai, dan laut membuat gangguan distribusi berdampak langsung terhadap perekonomian dan harga kebutuhan pokok.
Ia menjelaskan, harga beras yang biasanya berada pada kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram dapat meningkat hingga sekitar Rp50 ribu per kilogram ketika pasokan terbatas.
“Situasi ini menjadi tantangan kita bersama. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap tersedia,” ujar Esau.
Sebanyak 483 Ton Beras Telah Masuk
Pemerintah Kabupaten Yahukimo terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik. Saat ini, sekitar 483 ton beras telah masuk untuk mendukung kebutuhan masyarakat di 51 distrik dan ibu kota kabupaten, Dekai.
Pada bulan berikutnya, pemerintah merencanakan penerimaan sekitar 1.500 ton beras untuk memperkuat ketersediaan pangan masyarakat.
Esau mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, bantuan beras akan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan data penerima.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan untuk diperjualbelikan, melainkan diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini bukan untuk dijual. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kami meminta semua pihak menjaga dan menyalurkannya sesuai peruntukan,” tegasnya.
Kepala Distrik Diminta Kawal Penyaluran
Sebanyak 51 kepala distrik diminta memastikan bantuan beras sampai kepada masyarakat penerima sesuai data dan wilayah masing-masing.
Pemerintah juga akan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja, TNI, dan Polri dalam pengawasan guna mencegah penyalahgunaan bantuan.
Masyarakat diminta berani melapor apabila menemukan bantuan beras diperjualbelikan atau tidak diterima oleh warga yang berhak.
Selain itu, pemerintah akan memperbaiki mekanisme pembagian di tingkat RT dan RW agar tidak terjadi tumpang tindih maupun ketidakmerataan. Bantuan harus disalurkan sesuai wilayah penerima, sementara pengurus RT dan RW diminta menjalankan tugas secara jujur dan bertanggung jawab.
Gereja Diajak Jaga Kedamaian
Dalam kesempatan tersebut, Esau juga mengajak gereja dan para hamba Tuhan untuk ikut berperan menjaga kedamaian serta membantu pemerintah dalam pendataan warga yang membutuhkan perhatian.
Tokoh agama diharapkan dapat menyampaikan pesan perdamaian melalui gereja, keluarga, kampung, suku, dan wilayah masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo juga mengupayakan pengangkutan beras dari wilayah yang memiliki stok menuju Dekai melalui jalur sungai. Kelancaran distribusi sangat bergantung pada kondisi keamanan.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga jalur transportasi dan tidak mengganggu perjalanan kapal pengangkut logistik.
Esau mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Yahukimo agar tetap aman dan kondusif. Ia memastikan pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk beras dan sekitar 8.000 liter minyak goreng yang saat ini tersedia.
“Kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian Yahukimo. Dengan situasi yang aman, distribusi kebutuhan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pungkas Esau.
Sumber : Diskominfo Yahukimo
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 09 September 2026

0 Komentar