TIMIKA, OLEMAH.COM – Kecintaan terhadap kopi mengantarkan seorang anak muda asal Suku Ngalik, Papua Pegunungan, untuk membangun usaha sendiri di Kota Timika, Papua Tengah. Ia adalah Alexander Giban, pendiri Cafe Ao Nare yang mengembangkan usaha kopi dengan memanfaatkan biji kopi dari sejumlah kampung di wilayah Pegunungan Papua.
Alexsander merupakan lulusan Teknik Elektro Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ). Pada 2017, ia merantau ke Timika dan mendapatkan pekerjaan. Namun, kesibukannya bekerja tidak membuat kecintaannya terhadap kopi hilang.
Dengan kemauan belajar secara otodidak, Alexsander mulai mendalami dunia kopi melalui berbagai sumber, termasuk video tutorial di TikTok. Dari proses belajar tersebut, ia kemudian memberanikan diri membangun usaha kopi hingga berhasil membuka Cafe Ao Nare.
Dalam menjalankan usahanya, Alexsander berupaya mengangkat potensi kopi lokal dengan menjalin kerja sama bersama sejumlah kampung di wilayah Pegunungan Papua, termasuk Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, dan Distrik Tioom serta beberapa kampung lainnya.
“Untuk usaha kopi ini, kami mengambil biji kopi dari beberapa kampung di Pegunungan, seperti Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, Distrik Tioom, dan beberapa kampung lainnya. Kami bekerja sama dengan masyarakat di kampung-kampung tersebut,” jelas Alexsander.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya membeli kopi dari masyarakat dengan harga sekitar Rp100.000 per kilogram. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kerja sama sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para petani kopi lokal.
Selain menjual kopi, Cafe Ao Nare juga menyediakan jasa roasting atau sangrai kopi dengan tarif Rp70.000 per kilogram.
Kopi yang dipasarkan tersedia dalam bentuk biji maupun bubuk, dengan tiga pilihan tingkat sangrai atau level roast, yakni Light, Medium, dan Dark. Pelanggan juga dapat memilih jenis dan tingkat sangrai sesuai selera.
Untuk produk kemasan, kopi dijual dengan harga Rp150.000 untuk ukuran 250 gram dan Rp300.000 untuk ukuran 500 gram. Harga tersebut berlaku untuk kopi biji maupun kopi bubuk.
Alexsander menjelaskan bahwa proses penyediaan kopi bubuk dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Sementara itu, kopi biji juga tersedia dalam kemasan untuk konsumen yang ingin mengolah atau menggiling sendiri.
Cafe Ao Nare mulai beroperasi pada 10 Agustus. Usaha ini melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 09.30 hingga 21.00 WIT.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati atau membeli kopi lokal, Cafe Ao Nare beralamat di Gang Swadaya, Kebun Siri, Timika.
Kisah Alexsander Giban menjadi contoh bahwa kecintaan terhadap sesuatu dapat berkembang menjadi peluang usaha ketika disertai kemauan belajar, keberanian memulai, dan kerja keras. Lebih dari sekadar membuka kafe, usahanya juga membawa potensi kopi dari kampung-kampung di Pegunungan Papua agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.
https://maps.app.goo.gl/5NwU6bc3i3ofeBNt6?g_st=ic
Sumber : Kaki Abu
EditOr : Redaksi Olemah.com
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 04 Npvember 2026

0 Komentar