Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Pemkab Yahukimo Mulai Pungut Retribusi Pelabuhan Sungai Dekai, Debit Air Logpon Jadi Kendala Distribusi BBM

YAHUKIMO,OLEMAH.COM – Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Perhubungan resmi meluncurkan pemungutan retribusi jasa pelayanan Pelabuhan Sungai Dekai. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan tata kelola pelayanan pelabuhan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor transportasi sungai.

Peluncuran berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Sungai, Jalan Poros Logpon, Desa Muara, Distrik Dekai, pada akhir Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Yahukimo, Suhayatno, Kepala Dinas Perhubungan Darius Kobak, unsur Satpol PP, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Distrik Dekai, serta sejumlah pengusaha dan pelaku usaha transportasi sungai.

Peluncuran retribusi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan ketertiban administrasi, memperkuat pengelolaan fasilitas pelabuhan, dan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi sungai.

Namun, di tengah peluncuran kebijakan tersebut, pemerintah daerah juga menghadapi persoalan serius terkait kondisi debit air Sungai Logpon yang terus menurun. Kondisi ini menghambat aktivitas pelayaran, terutama kapal-kapal besar pengangkut kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Dalam arahannya, Asisten I Setda Yahukimo, Suhayatno, menjelaskan bahwa rendahnya debit air membuat kapal berukuran besar belum dapat masuk dan berlabuh langsung di kawasan Pelabuhan Sungai Dekai.

“Perlu saya sampaikan bahwa kondisi Sungai Logpon memang seperti ini. Artinya, kapal-kapal besar tidak bisa berlabuh di sungai ini karena debit airnya sangat kurang,” ujar Suhayatno.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah menerapkan pola pengangkutan bertahap atau sistem pelansiran. Barang dari lokasi perairan yang masih dapat dijangkau kapal besar dipindahkan menggunakan kapal atau perahu berukuran kecil menuju Pelabuhan Logpon.

“Strategi yang kita lakukan adalah melansir dari daerah yang debit airnya masih cukup, kemudian menggunakan kapal atau perahu kecil untuk mengangkut barang menuju Pelabuhan Logpon,” jelasnya.

Suhayatno mengungkapkan, rendahnya debit air Sungai Logpon telah berlangsung selama beberapa bulan dan berdampak terhadap pasokan barang, termasuk BBM di wilayah Dekai.

“Kita ketahui bahwa sekarang kondisi BBM kita juga menipis karena kapal-kapal besar yang mengangkut BBM tidak bisa masuk,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Yahukimo berharap curah hujan segera meningkat agar debit air Sungai Logpon kembali normal. Dengan demikian, kapal pengangkut bahan pokok dan BBM dapat kembali beroperasi dengan lebih lancar.

“Mudah-mudahan segera turun hujan supaya debit air di Sungai Logpon bertambah dan distribusi bahan pokok maupun BBM bisa dilayani dengan baik,” harap Suhayatno.

Pelabuhan Sungai Dekai merupakan salah satu fasilitas penting dalam mendukung konektivitas transportasi dan distribusi logistik di Kabupaten Yahukimo. Kelancaran aktivitas pelabuhan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan kebutuhan masyarakat, perdagangan, serta pergerakan ekonomi daerah.

Melalui peluncuran pemungutan retribusi ini, pemerintah daerah juga mendorong koordinasi antara Dinas Perhubungan, instansi teknis, aparat penegak peraturan daerah, pemerintah distrik, dan para pelaku usaha transportasi sungai.

Pemkab Yahukimo berharap pengelolaan pelabuhan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan. Di sisi lain, penanganan kendala rendahnya debit air Sungai Logpon tetap menjadi perhatian penting agar distribusi logistik dan BBM ke Dekai tidak terus terganggu.


Sumber : Diskominfo Yahukimo

EditOr : Redaksi Olemah.com

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 30 Oktober 2026

Posting Komentar

0 Komentar