KEEROM,OLEMAH.COM–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura memastikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 yang mengguncang Kabupaten Keerom, Papua, pada Minggu (15/2/2026) malam merupakan gempa tektonik dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Ketua Tim Kerja Pengamatan Geofisika BMKG Wilayah V Jayapura, Danang Pamuni menjelaskan, gempa terjadi pada pukul 21.46 WIT dengan titik koordinat 2,57 Lintang Selatan dan 140,62 Bujur Timur.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki parameter update dengan kekuatan M4,6. Episenter gempa berada di darat, sekitar 13 kilometer barat daya Kota Jayapura dengan kedalaman 6 kilometer,” jelas Danang dalam keterangan tertulisnya.
Namun, berdasarkan data awal, gempa juga terdeteksi berada 6 kilometer tenggara Keerom dengan kedalaman 13 kilometer. Perbedaan parameter tersebut merupakan hasil pemutakhiran data analisis BMKG.
Terasa Hingga Kota Jayapura
BMKG menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di Kota Jayapura dengan skala intensitas III–IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, dan sebagian orang merasakan seperti ada truk besar melintas.
Sementara itu, di Kabupaten Keerom sebagai pusat gempa, intensitas tercatat II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Hingga pukul 22.00 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu kali aktivitas gempa susulan,” tambah Danang.
Imbauan Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali masuk ke dalam rumah.
“Pastikan bangunan cukup tahan gempa dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan struktur,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan signifikan maupun korban akibat gempa tersebut.
Sumber : BMKG
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 16 Februari 2026

0 Komentar