Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

TPNPB Klaim Tembak Tiga Aparat dan Rampas Senjata di Tembagapura, Aparat Tingkatkan Pengamanan Freeport

Timika, Papua Tengah – Olemah.com – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan terhadap tiga aparat militer Indonesia di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika, Rabu (11/2/2026). Dalam siaran pers yang dirilis Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, kelompok tersebut juga menyatakan telah merampas dua senjata laras panjang jenis SS2 beserta amunisi.

Dalam pernyataan yang ditandatangani juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, kelompok tersebut mengklaim operasi dilakukan oleh pasukan dari Timika dan Kodap VIII Intan Jaya. Mereka menyebut satu prajurit tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI belum merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi rincian klaim tersebut, termasuk terkait dugaan perampasan senjata.

Aparat Lakukan Pendalaman

Sumber keamanan di Papua menyatakan bahwa aparat gabungan tengah melakukan pendalaman dan verifikasi atas klaim yang beredar. Kawasan Tembagapura, khususnya di sekitar area PT Freeport Indonesia, merupakan wilayah objek vital nasional dengan pengamanan ketat.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya tensi keamanan di sejumlah wilayah pegunungan Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Seruan Penutupan Freeport

Dalam siaran persnya, TPNPB juga mendesak pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat untuk menutup operasional PT Freeport Indonesia, yang mereka sebut sebagai salah satu akar konflik bersenjata di Papua. Kelompok tersebut menyatakan akan terus melakukan penyerangan di area pertambangan jika tuntutan mereka tidak direspons.

Pernyataan tersebut turut memuat narasi historis mengenai pengelolaan Freeport sejak tahun 1967, serta menyinggung dinamika politik internasional sebelum dan sesudah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Namun, hingga kini pemerintah Indonesia secara konsisten menegaskan bahwa Papua merupakan bagian sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap gangguan keamanan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Situasi Keamanan Jadi Sorotan Nasional

Kawasan tambang Freeport selama ini menjadi salah satu titik strategis nasional yang kerap menjadi sasaran gangguan keamanan. Selain berdampak pada aparat, konflik bersenjata di wilayah tersebut juga berisiko terhadap keselamatan warga sipil dan pekerja tambang.

Pihak keamanan memastikan pengamanan akan terus ditingkatkan guna menjamin stabilitas dan keselamatan masyarakat di sekitar area operasi.

Olemah.com masih berupaya memperoleh konfirmasi lanjutan dari TNI, Polri, serta manajemen PT Freeport Indonesia terkait perkembangan terbaru di lapangan.


Sumber : Garis Depan

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 12 Februari 2026

Posting Komentar

0 Komentar