Seperti dilansir CNA pada Sabtu, pernyataan itu muncul dalam sebuah episode podcast yang dirilis Jumat, ketika Huckabee diwawancarai oleh jurnalis Amerika sekaligus kritikus Israel, Tucker Carlson. Dalam perbincangan tersebut, Carlson menyinggung ayat Alkitab yang kerap ditafsirkan sebagai klaim Israel atas wilayah dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Suriah dan Irak.
Menanggapi hal itu, Huckabee sempat menyatakan, “Tidak apa-apa jika mereka mengambil semuanya.” Namun kemudian ia menambahkan bahwa Israel “tidak meminta untuk mengambil semuanya” dan menyebut pernyataannya sebagai bentuk hiperbola.
Kecaman Keras dari Negara Arab
Pernyataan Huckabee langsung menuai reaksi keras dari berbagai negara Arab. Arab Saudi menyebut ucapannya sebagai “ceroboh” dan “tidak bertanggung jawab”. Yordania menilai komentar tersebut sebagai “serangan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan”.
Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun tanah Arab lainnya. Sementara Otoritas Palestina menyatakan bahwa pernyataan Huckabee bertentangan dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang menolak pencaplokan Tepi Barat oleh Israel.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab juga turut mengutuk pernyataan tersebut. Menurut laporan Anadolu, kedua lembaga itu memperingatkan bahwa komentar tentang ekspansi Israel dapat mengancam keamanan dan stabilitas regional serta memicu sentimen keagamaan dan nasional.
OKI menyebut pernyataan Huckabee sebagai “berbahaya dan tidak bertanggung jawab”, serta didasarkan pada narasi historis dan ideologis yang dinilai keliru dan melanggar hukum internasional, resolusi PBB, serta Piagam PBB.
Sorotan pada Stabilitas Kawasan
Liga Arab melalui Sekretaris Jenderal Ahmed Aboul Gheit menyatakan bahwa klaim tersebut bertentangan dengan prinsip dasar diplomasi dan tidak memiliki dasar hukum maupun politik. Ia memperingatkan bahwa retorika ekstremis dapat memperburuk situasi di tengah upaya internasional untuk mewujudkan perdamaian di Gaza dan mendorong proses politik yang serius.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Israel Amir Ohana memuji Huckabee atas sikap pro-Israelnya dan menuding pewawancara melakukan manipulasi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya juga pernah menyatakan keterikatannya dengan visi “Israel Raya”, sebuah konsep politik yang merujuk pada perluasan wilayah Israel yang mencakup Tepi Barat, Gaza, dan Dataran Tinggi Golan Suriah, bahkan dalam beberapa interpretasi meliputi wilayah lain di sekitarnya.
Pernyataan Huckabee ini kembali memicu perdebatan sensitif terkait batas wilayah, kedaulatan, serta masa depan proses perdamaian di Timur Tengah yang hingga kini masih penuh ketegangan.
Sumber : TEMPO.CO
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 23 Februari 2026

0 Komentar