Dogiyai, Olemah.com – Pemerintah Kabupaten Dogiyai bersama aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat menggelar Deklarasi Damai dan Komitmen Bersama Menjaga Ketertiban Daerah, Senin (16/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gereja Kingmi Digikotu, Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, dan dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dewan Adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan masyarakat dari 79 kampung di wilayah tersebut.
Deklarasi damai ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan masyarakat guna mendukung pembangunan daerah dan aktivitas sosial masyarakat di Kabupaten Dogiyai.
Komitmen Menjaga Keamanan dan Ketertiban
Dalam pernyataan sikap bersama, seluruh pihak sepakat untuk menjaga situasi keamanan agar tetap aman dan kondusif. Masyarakat juga menyatakan penolakan terhadap berbagai tindakan yang dapat mengganggu stabilitas daerah, seperti:
Kekerasan dan tindakan anarkis
Perusakan fasilitas umum
Pemalangan jalan
Gangguan terhadap kantor pemerintahan
Kesepakatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat sekaligus mendukung jalannya pembangunan di Kabupaten Dogiyai.
Tolak Peredaran Minuman Keras
Salah satu poin penting dalam deklarasi tersebut adalah komitmen masyarakat untuk menolak peredaran dan konsumsi minuman keras beralkohol.
Minuman keras dinilai sering menjadi pemicu berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Karena itu, masyarakat meminta pemerintah daerah bersama aparat keamanan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan konsumsi minuman beralkohol di wilayah Dogiyai.
Masyarakat juga mendorong pemerintah kabupaten untuk segera menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan peredaran minuman keras.
Jika peraturan tersebut belum dapat ditetapkan dalam waktu dekat, masyarakat meminta Bupati Dogiyai mengeluarkan instruksi sementara terkait pelarangan distribusi dan konsumsi minuman keras.
Utamakan Dialog dalam Penyelesaian Konflik
Deklarasi damai tersebut juga menekankan pentingnya musyawarah dan dialog damai dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mencegah penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, serta informasi yang dapat memecah belah persatuan masyarakat.
Aktifkan Kembali Siskamling
Sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan, masyarakat di seluruh kampung diminta untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta ronda malam secara partisipatif.
Para kepala distrik juga diwajibkan melakukan pertemuan rutin dua kali setiap bulan bersama kepala kampung, tokoh masyarakat, dan unsur terkait guna memantau kondisi keamanan wilayah masing-masing.
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Selain isu keamanan, deklarasi ini juga menyoroti sejumlah langkah sosial dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa usulan yang muncul antara lain:
Penertiban terminal umum dan pasar
Pemberdayaan pedagang lokal, khususnya mama-mama asli Dogiyai
Pengembangan sektor pertanian untuk meningkatkan produksi sayur mayur lokal
Pemerintah daerah juga didorong menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda serta membentuk komisi pemberantasan penyakit sosial yang melibatkan pemuda, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, dan distrik.
Komitmen Bersama Jaga Persatuan
Deklarasi damai ini kemudian ditandatangani oleh unsur pimpinan daerah serta berbagai perwakilan masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama menjaga persatuan dan keamanan di Kabupaten Dogiyai.
Melalui kesepakatan tersebut, seluruh pihak berharap situasi keamanan di wilayah Dogiyai dapat terus terjaga sehingga pembangunan daerah dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Sumber : NABIRENET
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 17 Maret 2026

0 Komentar