Ibadah dilaksanakan di Gereja Metanoia Dekai mulai pukul 11.00 WIT, dengan suasana khusyuk yang menyelimuti seluruh jemaat.
Dihadiri Pimpinan Daerah dan Tokoh Masyarakat
Perayaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
• Didimus Yahuli
• Esau Miram
• Ketua DPRK dan anggota
• Pimpinan OPD
• Para gembala GKI
• Kepala distrik dari sembilan wilayah
• Kepala suku dan masyarakat Yali Angguruk
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat.
Tema: Panggilan Memberitakan Kerajaan Sorga
Dalam ibadah tersebut diangkat tema:
“Kepedulian Tuhan Memberitakan Kerajaan Sorga”
Dengan subtema:
“Melalui Perayaan HUT PI Lembah Yalimo, Kita Dipanggil Memberitakan Kerajaan Sorga.”
Tema ini menjadi pengingat akan panggilan umat untuk terus menyebarkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.
Wabup: Kita Ada Karena Injil
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan tersebut.
“Kita semua ada karena Injil. Tanpa Injil, kita tidak mungkin berkumpul seperti hari ini, bahkan tidak mungkin menjadi pemimpin di daerah ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan usia Injil yang telah mencapai 65 tahun sebagai tanda kedewasaan iman.
Bupati: Gereja dan Pemerintah Harus Bersinergi
Sementara itu, Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan gereja dalam menjaga kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah:
• Membangun gereja di wilayah Yali Angguruk
• Membantu penanganan korban longsor di Angguruk dan Pronggoli
• Merencanakan pembangunan jalan dari Wamena ke Lembah Yali
Selain itu, pemerintah juga akan fokus pada pemulihan sektor pendidikan yang masih belum berjalan optimal di beberapa wilayah.
Prosesi Syukur dan Kebersamaan
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan:
• Pemasangan lilin
• Pemotongan kue ulang tahun
Prosesi ini dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati sebagai simbol syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan Injil di tanah Yalimo Angguruk.
Makna 65 Tahun Injil di Tanah Yalimo
Perayaan ini menjadi bukti bahwa Injil telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial.
Semangat kebersamaan, damai, dan kasih yang diajarkan Injil terus menjadi fondasi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.
Sumber : P. Aliknue
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 25 Maret 2026

0 Komentar