Insiden tragis terjadi ketika puluhan warga berusaha menyelamatkan diri dari lokasi bentrokan melalui sebuah jembatan gantung yang berada di atas Kali Uwe.
Jembatan Putus Saat Warga Menyelamatkan Diri
Menurut informasi yang dihimpun, jembatan gantung tersebut hanya memiliki satu jalur penyeberangan.
Dalam kondisi panik dan situasi yang semakin tidak terkendali, banyak warga melintas secara bersamaan karena tidak ada akses lain untuk menyelamatkan diri.
Akibat beban berlebih, jembatan gantung itu akhirnya putus dan menyebabkan sekitar 30 orang terjatuh ke aliran Kali Uwe yang memiliki arus cukup deras.
Korban Terbawa Arus Deras
Warga yang jatuh ke sungai dilaporkan terseret arus air. Proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan.
Hingga Rabu, 6 Mei 2026, sebanyak enam korban jiwa telah ditemukan.
Namun, jumlah pasti korban yang masih hilang masih terus didata oleh pihak terkait.
Basarnas dan Warga Lakukan Pencarian
Tim Basarnas bersama masyarakat setempat melakukan pencarian di sepanjang pinggiran Kali Uwe, termasuk di area lokasi pengambilan material.
Pencarian berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi arus sungai yang deras serta medan yang cukup berat.
Masyarakat Diminta Menahan Diri
Peristiwa ini memicu duka mendalam di tengah masyarakat Papua Pegunungan.
Sejumlah tokoh masyarakat mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mengutamakan penyelesaian damai agar tidak terjadi korban tambahan.
Tragedi putusnya jembatan gantung di Wouma Atas menjadi salah satu peristiwa memilukan di Papua Pegunungan tahun ini. Upaya pencarian korban masih terus dilakukan, sementara masyarakat berharap situasi keamanan segera kembali kondusif.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 07 Mei 2026

0 Komentar