JAYAPURA, OLEMAH.COM – Kericuhan usai pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada 8 Mei 2026 meninggalkan kerusakan besar di kawasan Stadion Lukas Enembe.
Pantauan tim redaksi www.olemah.com
pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026, menunjukkan banyak kendaraan hangus terbakar di area stadion.
Puluhan Kendaraan Terbakar
Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar:
20 unit mobil
Belasan sepeda motor
dilaporkan terbakar dalam kerusuhan yang pecah setelah Persipura gagal promosi ke Liga 1.
Selain kendaraan yang terbakar, sejumlah motor juga dilaporkan hilang pasca-insiden.
Kekecewaan Suporter Memuncak
Kericuhan diduga dipicu oleh kekecewaan sebagian suporter terhadap hasil pertandingan serta keputusan wasit yang dianggap merugikan Persipura.
Situasi yang awalnya dipenuhi emosi kemudian berubah menjadi aksi anarkis di dalam dan sekitar stadion.
Dinilai Tidak Mencerminkan Suporter Setia
Banyak pihak menyayangkan aksi pembakaran dan perusakan tersebut.
Perilaku anarkis dinilai tidak mencerminkan semangat sportivitas maupun loyalitas suporter sejati terhadap klub kebanggaan Papua itu.
Selain merugikan masyarakat, aksi tersebut juga dikhawatirkan berdampak buruk terhadap masa depan Persipura.
Persipura Terancam Sanksi Berat
Insiden ini berpotensi membawa konsekuensi serius bagi Persipura Jayapura.
Dalam regulasi sepak bola nasional, kerusuhan suporter dapat berujung pada:
Denda besar
Larangan penonton
Hukuman pertandingan kandang
Sanksi tambahan lainnya
Polisi Selidiki Pelaku
Hingga Sabtu pagi, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait:
Pelaku pembakaran
Kepemilikan kendaraan
Total kerugian
Sementara itu, banyak warga dan pemilik kendaraan mulai berdatangan ke stadion untuk melihat kondisi kendaraan mereka yang hangus terbakar maupun hilang.
Duka dan Kecewa di Tanah Papua
Kegagalan Persipura promosi ke Liga 1 memang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Papua.
Namun banyak pihak berharap kekecewaan tersebut tidak lagi diwujudkan dalam bentuk kekerasan atau perusakan fasilitas umum.
Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe menjadi catatan kelam dalam perjalanan Persipura musim ini. Publik Papua kini berharap situasi kembali kondusif dan seluruh pihak dapat menjaga sepak bola tetap menjadi simbol persatuan, bukan kehancuran.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 09 Mei 2026

0 Komentar