Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kreativitas Anak Papua! Adik Ibu Neta Ciptakan Papeda Praktis dan Kue Pisang Modern dari Wamena

Wamena, Olemah.com – Semangat inovasi terus tumbuh di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Papua Pegunungan. Salah satunya ditunjukkan oleh Adik Ibu Neta, seorang pelaku UMKM asal Wamena yang berhasil mengembangkan papeda praktis dan kue pisang menjadi produk kuliner modern tanpa meninggalkan cita rasa khas Papua.

Melalui tangan kreatifnya, papeda yang selama ini dikenal sebagai makanan tradisional dengan cara penyajian khusus kini diubah menjadi produk yang lebih praktis. Papeda dikemas dalam ukuran yang mudah digenggam sehingga dapat langsung dinikmati kapan saja tanpa perlu menggunakan wadah atau peralatan khusus.

Inovasi tersebut menjadi salah satu terobosan baru dalam memperkenalkan makanan khas Papua kepada masyarakat luas, terutama generasi muda dan wisatawan yang menginginkan sajian tradisional dengan tampilan yang lebih modern.

"Papeda adalah identitas kuliner Papua. Karena itu kami ingin menghadirkannya dalam bentuk yang lebih praktis agar siapa saja dapat menikmatinya di mana pun berada," ujar Adik Ibu Neta.

Selain menghadirkan papeda praktis, Adik Ibu Neta juga memproduksi kue pisang yang diolah secara langsung menggunakan bahan-bahan pilihan oleh tangan-tangan kreatif anak Papua. Produk tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil pertanian lokal yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kedua produk ini menjadi bukti bahwa pangan lokal Papua dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi apabila dipadukan dengan kreativitas, inovasi, dan pengemasan yang menarik.

Saat ini, inovasi papeda praktis tersebut masih diproduksi di Wamena dan belum banyak ditemukan di daerah lain, termasuk di Jayapura. Ke depan, pelaku UMKM berharap produk ini dapat dipasarkan lebih luas hingga berbagai kota di Indonesia sebagai salah satu oleh-oleh khas Papua.

Pengembangan produk lokal seperti papeda praktis dan kue pisang dinilai tidak hanya membantu melestarikan kuliner tradisional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Papua Pegunungan melalui pemberdayaan UMKM lokal.

ibu Rollyn Tabo yang langsung mengunjugi dan merasakan  menilai inovasi yang dilakukan Adik Ibu Neta menjadi contoh bahwa generasi muda Papua mampu menghadirkan produk-produk kreatif yang memiliki daya saing, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Papua kepada pasar nasional bahkan internasional.

Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, inovasi pangan lokal seperti ini diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak produk asli Papua yang mampu menembus pasar Indonesia dan menjadi kebanggaan masyarakat Papua.

 Sumber : Kaki Abu

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 24-Juli 2026

Posting Komentar

0 Komentar