Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Gubernur John Tabo Salurkan Bantuan Studi Akhir Rp20 Miliar kepada Ribuan Mahasiswa Papua Pegunungan

Wamena, Olemah.com — Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., menyerahkan bantuan dana studi akhir dan studi khusus kepada ribuan mahasiswa dan mahasiswi se-Provinsi Papua Pegunungan.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dengan total anggaran sebesar Rp20.007.500.000. Penyerahan berlangsung pada Senin, 7 September 2026, dalam kegiatan yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan serta para penerima bantuan.

Bantuan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) tersebut menjadi bagian dari komitmen Gubernur John Tabo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Pegunungan.

Gubernur John Tabo: Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas

Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menyampaikan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perlindungan dan penyertaan-Nya, termasuk atas terbentuknya Provinsi Papua Pegunungan sebagai daerah otonomi baru.

Menurutnya, pembangunan daerah harus dimulai dari pembangunan manusia. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Bantuan studi akhir dan studi khusus diberikan kepada putra-putri Papua Pegunungan yang sedang menempuh pendidikan, baik di dalam negeri, di daerah masing-masing, maupun di luar negeri.

Gubernur John Tabo berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban mahasiswa sekaligus membantu mereka menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

“Pembangunan daerah harus dimulai dari pembangunan manusia. Karena itu, pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah, meskipun ada efisiensi anggaran.”

Ia juga meminta mahasiswa penerima bantuan menggunakan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, menyelesaikan pendidikan, serta kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua Pegunungan.

Rp20 Miliar untuk Penerima Bantuan Studi

Berdasarkan dokumen kegiatan Penyerahan Bantuan Dana Studi Akhir dan Studi Khusus kepada Mahasiswa dan Mahasiswi se-Provinsi Papua Pegunungan Tahun Anggaran 2026, pagu anggaran bantuan tercatat sebesar Rp20.007.500.000.

Dokumen tersebut mencatat sebanyak 2.428 proposal bantuan yang masuk. Dari proses pendataan dan verifikasi, terdapat 333 mahasiswa semester bawah serta 421 mahasiswa yang berstatus drop out atau status pendidikannya belum jelas.

Sementara itu, jumlah penerima bantuan studi akhir dan studi khusus dalam rincian kegiatan tercatat sebanyak 1.674 mahasiswa dan mahasiswi.

Bantuan diberikan berdasarkan jenjang pendidikan dan kategori pendidikan yang sedang ditempuh mahasiswa.

Kategori Penerima Jumlah Besaran Bantuan

1. Mahasiswa/i D3 71 orang Rp8.000.000

2. Mahasiswa/i D3 Bandara 5 orang Rp12.500.000

3. Mahasiswa/i S1 1.321 orang Rp10.000.000

4. Mahasiswa/i S2 194 orang Rp20.000.000

5. Mahasiswa/i S3 21 orang Rp25.000.000

6. Mahasiswa/i luar negeri 12 orang Rp25.000.000

7. Mahasiswa kedokteran 31 orang Rp30.000.000

8. Mahasiswa pilot atau lisensi 19 orang Rp30.000.000

Penerima bantuan terbanyak berasal dari jenjang Strata Satu (S1), yakni sebanyak 1.321 mahasiswa.

Kepala Biro Kesra: Bantuan Ini Khusus untuk Studi Akhir

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengatakan, bantuan studi akhir dan studi khusus merupakan bentuk perhatian Gubernur John Tabo dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terhadap mahasiswa yang masih memiliki kewajiban menyelesaikan pendidikan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu mahasiswa yang belum menyelesaikan studi, baik di daerah masing-masing maupun di luar daerah.

“Bantuan hari ini saya rasa yang terbanyak di sekitar Papua. Harapan kami, dengan bantuan ini, adik-adik mahasiswa yang masih ada kewajiban menyelesaikan studi, tetapi sampai hari ini belum selesai, mungkin bisa diselesaikan di daerah masing-masing. Harapan kita seperti itu.”

Kepala Biro Kesra menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui bidang kesejahteraan rakyat berbeda dengan program beasiswa yang dikelola Dinas Pendidikan.

“Kalau beasiswa itu ada di Dinas Pendidikan. Kalau untuk kami di bidang Kesra, ini bukan beasiswa, tetapi bantuan khusus untuk studi akhir. Jadi, bantuan ini memang khusus untuk mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi akhir.”

Menurutnya, bantuan disalurkan berdasarkan data mahasiswa yang telah disiapkan pemerintah. Selanjutnya, dana bantuan akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa.

“Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui data Gubernur, hari ini sudah menyerahkan bantuan. Selanjutnya nanti dari belakang transfer langsung ke rekening mahasiswa masing-masing.”

Ia menambahkan, sinkronisasi data antara Biro Kesra dan Dinas Pendidikan penting dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih penerima bantuan.

Kepala Dinas Pendidikan: Beasiswa Lama Dilanjutkan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan menjelaskan bahwa pihaknya masih melanjutkan program beasiswa yang sebelumnya telah berjalan di Provinsi Papua sebelum pemekaran daerah otonomi baru.

Program tersebut tetap dilanjutkan karena masih terdapat mahasiswa yang belum menyelesaikan pendidikan.

“Untuk Dinas Pendidikan, program yang kita lakukan sekarang itu namanya beasiswa. Ini sebenarnya program dari Gubernur Papua, dan kami melanjutkan karena anak-anak ini belum selesai program itu. Karena terjadi pemekaran daerah otonomi baru, kami melanjutkan program tersebut.”

Ia mengatakan, program beasiswa lama ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2026. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di bawah kepemimpinan Gubernur John Tabo akan mempersiapkan program baru untuk tahun anggaran 2027.

“Tahun ini harus selesai semua program itu. Tahun depan, 2027, kita akan mulai dengan program baru yang tadi sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur.”

Untuk mendukung program baru tersebut, Dinas Pendidikan akan melakukan pendataan ulang mahasiswa dan membuka pendaftaran secara daring.

“Kami akan melakukan pendataan ulang. Bulan ini kami akan buka website untuk pendaftaran secara online, dengan kategori-kategori yang nanti diatur oleh Peraturan Gubernur, sehingga jelas siapa-siapa yang bisa dibantu.”

Kepala Dinas Pendidikan menambahkan, mahasiswa yang masih terdaftar dalam program beasiswa lama akan terus dipantau sesuai perkembangan pendidikan mereka di masing-masing universitas.

“Mahasiswa yang terdaftar saat ini masih ada sekitar 500, dan bulan ke bulan ini akan berkurang sesuai dengan universitas di mana mereka kuliah. Tiap tahun pasti ada yang lulus, dan kami punya data untuk itu.”

Ia menjelaskan, pembayaran bantuan pendidikan dilakukan secara langsung melalui sistem perbankan berdasarkan dokumen atau tagihan yang disampaikan mahasiswa.

“Kami bayar juga secara langsung online dari Dinas Pendidikan ke bank, dan dari bank langsung transfer ke rekening mereka sesuai dengan invoice yang mereka sampaikan.”

Gubernur John Tabo Siapkan Pendidikan Berbasis Karakter

Selain bantuan studi, Gubernur John Tabo juga mendorong persiapan pola pendidikan berbasis karakter yang direncanakan mulai diperkenalkan pada Desember 2026.

Program tersebut diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik sejak jenjang TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan bahasa internasional, serta kesiapan generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai negara.

Gubernur John Tabo berharap anak-anak Papua Pegunungan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Mahasiswa Diminta Serius Menyelesaikan Pendidikan

Gubernur John Tabo mengingatkan para penerima bantuan agar menggunakan kesempatan pendidikan dengan sungguh-sungguh.

Mahasiswa penerima bantuan diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan, kemudian kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua Pegunungan.

Pemerintah tidak ingin pengalaman masa lalu terulang, ketika sebagian mahasiswa yang dikirim belajar ke luar negeri tidak menyelesaikan pendidikan sesuai harapan.

Karena itu, Gubernur John Tabo menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini, termasuk kesiapan mahasiswa untuk menjalani pendidikan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

Mahasiswa Sampaikan Terima Kasih

Salah satu mahasiswa penerima bantuan, Kita Nela, mahasiswa Non Kayu University, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur John Tabo dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan atas bantuan yang diberikan.

Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi akhir, terutama di tengah kebutuhan pendidikan yang cukup besar.

“Saya sendiri menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Di waktu yang sangat sulit seperti saat ini, pemerintah mau membantu kami mahasiswa studi akhir untuk menyelesaikan studi kami.”

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur John Tabo, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, serta seluruh pihak yang telah mendukung program bantuan pendidikan tersebut.

“Saya ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, maupun semua yang sudah membantu kami dan memberikan bantuan ini.”

Adat, Agama, dan Pemerintah Harus Bersinergi

Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menekankan pentingnya kerja sama antara adat, agama, dan pemerintah dalam membangun generasi Papua Pegunungan.

Ketiga unsur tersebut diharapkan dapat bersinergi dalam membimbing, membina, dan mendidik generasi muda agar memiliki karakter yang baik serta mampu meneruskan pembangunan daerah.

Pemerintah juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang terus memberikan dukungan melalui kebijakan Otonomi Khusus dan pembentukan daerah otonomi baru.

Dukungan tersebut diharapkan dapat terus menjadi perhatian bagi generasi penerus bangsa agar memiliki masa depan yang lebih baik dan cerah.

Dana Otsus Harus Dirasakan Masyarakat

Gubernur John Tabo menegaskan bahwa Dana Otsus harus diarahkan untuk program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Penggunaan anggaran harus sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

Pemerintah juga mengajak masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta wartawan untuk bersama-sama mengawal dan menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan program pembangunan.

Dengan kerja sama yang baik, Gubernur John Tabo berharap program pendidikan dan bantuan studi dapat berjalan lebih tertib, transparan, serta memberikan hasil nyata bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Catatan redaksi: Materi sebelumnya menyebut 1.620 mahasiswa, sedangkan dokumen rincian bantuan mencatat 1.674 penerima. Kepala Biro Kesra juga menyebut angka berbeda dalam keterangan terpisah. Karena itu, jumlah final penerima bantuan masih perlu dikonfirmasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.


Sumber : Kaki Abu

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 07 September 2026

Posting Komentar

0 Komentar