Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Panggung Pilihan Merupakan Mimbar Pelayanan, HA JABASU Yahukimo: Kita Harus Bayar Harga Demi Rakyat

Yahukimo, Olemah.com – Setiap manusia memiliki pilihan hidup, panggilan, serta tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran. Pilihan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang pelayanan, baik keagamaan, pemerintahan, pendidikan, organisasi masyarakat, maupun perjuangan sosial.

Gagasan tersebut kembali ditegaskan Ketua HA_JABASU Yahukimo, Elius Passe, yang mengingatkan bahwa setiap orang yang memilih menjadi pemimpin atau pelayan masyarakat harus siap berkorban demi kepentingan rakyat.

“Kita harus bayar harga demi rakyat. Jangan kita butuh saja yang cari rakyat, lalu seakan-akan penderitaan di depan mata kita, kita tutup mata dan telinga,” kata Elius Passe.

Pernyataan itu menjadi pesan moral agar para pemimpin tidak hanya hadir ketika membutuhkan dukungan masyarakat, tetapi juga harus hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan, ketidakadilan, kemiskinan, dan berbagai persoalan kehidupan.

Berbeda Panggilan, Satu Tujuan

Perbedaan profesi dan panggilan tidak seharusnya menjadi alasan bagi suatu kelompok untuk merasa lebih superior dibandingkan kelompok lainnya. Setiap kelompok memiliki cara pelayanan dan perjuangan yang berbeda, tetapi seluruhnya harus diarahkan untuk memperjuangkan martabat manusia serta kehidupan yang lebih baik.

Para hamba Tuhan, baik pendeta, pastor, maupun ustaz, menjalankan pelayanan untuk membimbing umat, mempertahankan nilai-nilai kebenaran, serta memperjuangkan keselamatan dan keadilan.

Sementara itu, panggung pemerintahan merupa
kan ruang pelayanan publik. Para pejabat dan aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab menghadapi persoalan kemiskinan, keterbelakangan, ketimpangan pembangunan, serta keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar.

Karena itu, seorang pemimpin tidak boleh hanya melihat rakyat sebagai sumber dukungan ketika membutuhkan suara, bantuan, atau legitimasi. Pemimpin harus mampu melihat penderitaan masyarakat secara nyata dan mengambil tanggung jawab untuk mencari solusi.

Jangan Menutup Mata terhadap Penderitaan Rakyat

Elius Passe menekankan bahwa pelayanan kepada rakyat membutuhkan pengorbanan, keberanian, dan kepedulian yang nyata. Seorang pemimpin harus bersedia turun langsung, mendengar keluhan masyarakat, serta memperjuangkan kebutuhan rakyat tanpa membedakan latar belakang kelompok, suku, agama, maupun wilayah.

Menurutnya, panggung pelayanan bukan sekadar tempat untuk memperoleh jabatan atau pengaruh. Panggung pelayanan merupakan amanah yang menuntut seseorang untuk bekerja dengan hati, kejujuran, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Jangan kita butuh saja yang cari rakyat,” menjadi pengingat bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyat tidak boleh berlangsung hanya pada saat pemilihan atau ketika kepentingan politik sedang membutuhkan dukungan.

Rakyat membutuhkan pemimpin yang hadir secara konsisten, terutama ketika menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan pelayanan, konflik, ketidakamanan, dan persoalan sosial lainnya.

Perjuangan Harus Berpihak kepada Kehidupan

Dalam konteks Papua, berbagai kelompok masyarakat memiliki pandangan dan pengalaman sejarah yang berbeda mengenai identitas, hak hidup, kebebasan, serta masa depan daerah. Perbedaan tersebut perlu dibicarakan melalui ruang dialog yang terbuka, bermartabat, dan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.

Perjuangan untuk mempertahankan harkat dan martabat manusia tidak boleh mengabaikan nilai kemanusiaan. Setiap upaya memperjuangkan keadilan harus menjunjung tinggi kehidupan, mencegah kekerasan, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan penderitaan bagi masyarakat.

Pelayanan yang mulia adalah pelayanan yang berpihak kepada kehidupan, keadilan, perdamaian, dan keselamatan manusia. Karena itu, setiap bentuk perjuangan perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan menghormati hak asasi manusia serta perlindungan terhadap masyarakat sipil.

Pilihan Hidup Merupakan Tanggung Jawab

Hidup adalah pilihan. Namun, setiap pilihan juga mengandung tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan secara menyeluruh, baik kepada Tuhan, masyarakat, keluarga, maupun generasi yang akan datang.

Seseorang yang memilih menjadi pemimpin, rohaniwan, pendidik, aktivis, aparatur pemerintah, maupun pelayan masyarakat harus memahami bahwa kedudukan dan panggilan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah.

Seorang wakil rakyat harus benar-benar memahami kehidupan masyarakat kecil. Ia dituntut untuk memperjuangkan kebutuhan rakyat, bukan hanya mengejar kepentingan pribadi atau kelompok.

Demikian pula pemerintah harus memastikan bahwa pembangunan tidak berhenti pada program dan anggaran, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat di kampung-kampung, terutama mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan pelayanan.

Pelayanan Tidak Harus di Atas Mimbar

Pelayanan tidak hanya berlangsung di atas mimbar gereja, masjid, atau panggung pemerintahan. Pelayanan juga dapat diwujudkan melalui pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pembelaan hak-hak rakyat, pendampingan warga, serta berbagai bentuk perjuangan sosial yang dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.

Nilai pengorbanan dalam iman hendaknya menjadi inspirasi untuk melayani dengan tulus, bukan alasan untuk membenarkan kekerasan. Pengorbanan seorang pemimpin harus terlihat melalui keberanian membela rakyat, kejujuran menjalankan amanah, serta kesediaan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Pada akhirnya, setiap manusia memiliki panggung pelayanan masing-masing. Ada yang melayani melalui gereja, masjid, sekolah, pemerintahan, organisasi masyarakat, maupun gerakan sosial.

Perbedaan panggung tidak boleh memecah persaudaraan. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat perlu membangun kerja sama untuk melawan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan segala bentuk penindasan dengan cara yang damai, bermartabat, serta menghormati kehidupan.

Panggung pilihan merupakan mimbar pelayanan. Setiap pilihan harus diarahkan untuk menghadirkan kebenaran, keadilan, kebebasan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.


Sumber : Ketua jabaso

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 04 September 2026

Posting Komentar

0 Komentar