Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Seniman Papua Pegunungan Siap Ramaikan Papua Reggae Festival ke-11, Enius Kogoya Dorong Karya Orisinal

Wamena, Olemah.com – Seniman dan musisi reggae Papua Pegunungan menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam Papua Reggae Festival ke-11 yang akan dilaksanakan di Papua Tengah pada Oktober mendatang.

Kesiapan tersebut disampaikan dalam acara launching seniman dan musisi reggae Papua Pegunungan yang berlangsung pada tanggal 5 dan 6 di kawasan depan Kantor Bupati, Tugu Salib. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan karya seni, musik daerah, serta identitas budaya Papua Pegunungan kepada masyarakat luas.

Koordinator kegiatan, Enius Kogoya, mengatakan seluruh seniman Papua Pegunungan sangat proaktif mendukung agenda tersebut. Menurutnya, festival ini merupakan kesempatan penting untuk mengangkat jati diri masyarakat melalui alunan musik daerah dan karya kreatif anak-anak Papua.

“Kami dari seluruh seniman yang ada di Pegunungan sangat proaktif untuk kegiatan ini. Ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengangkat semua jati diri melalui alunan musik-musik daerah secara khusus,” ujar Enius Kogoya.

Ia menilai, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan hiburan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi masa depan seniman, generasi muda, dan anak cucu Papua.

Pemerintah Diharapkan Beri Dukungan Berkelanjutan

Enius menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan sejumlah organisasi perangkat daerah yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan seniman.

Ia berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada keberangkatan dan pelaksanaan festival, tetapi dilanjutkan melalui pembinaan serta program yang berkelanjutan.

“Kami mengharapkan kepada pemerintah supaya setelah kami pulang dari kegiatan festival, tidak hanya berhenti di situ. Kami berharap ada kelanjutan untuk mendukung kami sebagai bagian dari pembangunan,” katanya.

Menurut Enius, seniman juga memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Melalui musik, seni, bahasa, cerita, dan pesan-pesan sosial, seniman dapat membantu menjaga identitas budaya serta memperkenalkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi berikutnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memberikan ruang pendidikan, pelatihan, dan pembinaan agar para seniman dapat terus berkarya secara profesional.

Seniman Papua Pegunungan Diminta Jaga Kekompakan

Dalam sambutan delegasi, Sayang Delisa Ivan, selaku ketua tim delegasi, menyampaikan bahwa launching tersebut bukan sekadar acara seremonial.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membawa karya-karya seni dan musik Papua Pegunungan ke panggung yang lebih luas.

Papua Pegunungan, kata dia, memiliki kekayaan budaya, musik, bahasa, cerita, serta kreativitas generasi muda yang harus dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui karya-karya positif.

Melalui keikutsertaan dalam Papua Reggae Festival ke-11 di Papua Tengah, para seniman Papua Pegunungan diharapkan mampu berkarya, bersaing, berkolaborasi, serta membawa nama baik daerah.

“Kita boleh berbeda dalam musik, gaya, dan kreativitas, tetapi kita datang dengan satu tujuan, yaitu membawa nama baik Papua Pegunungan, membawa karya-karya anak Papua Pegunungan, dan membawa semangat untuk terus berkarya,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh anggota delegasi agar menjaga kekompakan, menjunjung tinggi persaudaraan, menampilkan karya terbaik, serta memperkenalkan identitas budaya Papua Pegunungan melalui musik dan seni.

Dorong Karya Sendiri dan Bijak Menggunakan AI

Dalam kesempatan tersebut, Enius Kogoya juga menyampaikan pandangannya mengenai penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam produksi musik.

Ia mengingatkan para seniman agar tidak sekadar mengambil dan mengulang karya orang lain. Menurutnya, penggunaan teknologi AI harus tetap memperhatikan hak cipta dan keaslian karya.

Ia menjelaskan bahwa seniman dapat memanfaatkan sampel musik atau aransemen yang tersedia, tetapi harus mengembangkan konsep dan ciptaan sendiri. Penggunaan AI, kata dia, sebaiknya menjadi alat bantu untuk memperkuat kreativitas, bukan menggantikan identitas pencipta.

“Yang paling penting adalah bagaimana karya itu lahir dari kita, bukan lahir dari AI. Kita boleh meminta bantuan AI, tetapi bukan mengambil secara penuh karya yang sudah diciptakan orang lain,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar para musisi lebih berhati-hati dalam melakukan cover lagu yang telah memiliki hak cipta. Jika ingin membawakan ulang sebuah lagu, para seniman perlu memperhatikan ketentuan perizinan dan hak cipta yang berlaku.

Musik sebagai Bagian dari Ekonomi Kreatif

Seniman dan musisi Papua Pegunungan diharapkan tidak hanya menjadikan musik sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekonomi kreatif, persatuan, dan pembangunan daerah.

Karya musik daerah dinilai dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan sosial, memperkuat kebanggaan budaya, serta membuka peluang ekonomi bagi para pelaku seni.

Enius mengajak seluruh seniman untuk terus bergerak bersama, menghasilkan karya yang positif, dan menjadikan musik sebagai sarana memperkenalkan Papua Pegunungan kepada masyarakat di Tanah Papua maupun di luar daerah.

Jaga Kebersihan Lokasi Kegiatan

Selain menyampaikan pesan seni dan budaya, panitia juga mengajak para pengunjung serta pelaku usaha di sekitar lokasi untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Panitia telah menyiapkan plastik sampah yang akan dibagikan kepada pelaku usaha dan pengunjung. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan seni tetap berlangsung tertib, nyaman, dan tidak meninggalkan persoalan sampah di kawasan perkantoran.

Kegiatan launching ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah memberikan izin pelaksanaan. Para seniman berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga pengembangan musik dan seni menjadi bagian penting dari pembangunan Papua Pegunungan.

Dari Papua Pegunungan untuk Tanah Papua, dari karya untuk persaudaraan, dan dari musik untuk masa depan.


Sumber : Kaki Abu

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 04 September 2026

Posting Komentar

0 Komentar