Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Lemenius Frengky Gombo Ajak Anak Muda Papua Bangun UMKM: "Tidak Harus Jadi ASN, Kebun dan Kopi Bisa Menghasilkan Uang"

WAMENA, OLEMAH.COM – Semangat membangun ekonomi berbasis potensi lokal terus digaungkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Papua Pegunungan. Salah satu tokoh muda yang aktif mendorong kemandirian ekonomi masyarakat adalah Lemenius Frengky Gombo, pemilik usaha kopi lokal Papua Pegunungan sekaligus penggerak UMKM yang selama ini konsisten memberdayakan mama-mama Papua dan petani kopi di wilayah pegunungan.

Dalam kegiatan promosi produk lokal di Wamena, Lemenius Frengky Gombo memperkenalkan berbagai produk olahan khas Papua Pegunungan, mulai dari kopi lokal hingga berbagai produk hasil kebun yang diolah langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, Papua Pegunungan memiliki kekayaan alam yang sangat besar sehingga mampu menjadi sumber penghasilan masyarakat apabila dikelola secara baik.

"Kita tidak harus selalu berpikir menjadi Pegawai Negeri Sipil (ASN). Tanah dan kebun yang Tuhan berikan adalah sumber kehidupan. Kalau kita menghargai tanah, bekerja di kebun, dan mengolah hasil alam dengan baik, maka uang akan datang dari sana," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini banyak peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh generasi muda Papua, mulai dari perkebunan kopi, usaha kuliner, pertanian organik, hingga berbagai bentuk UMKM lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurut Lemenius, anak-anak muda Papua harus mulai mengubah pola pikir bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan sebagai aparatur pemerintah.

"Bagi teman-teman yang belum diterima menjadi ASN, jangan berkecil hati. Masih banyak peluang usaha yang bisa ditekuni. Berkebun, membangun usaha kopi, kuliner, maupun usaha kreatif lainnya dapat memberikan penghasilan yang baik jika dikelola secara serius," katanya.

Sebagai pemilik usaha kopi lokal Papua Pegunungan, Lemenius juga mengajak generasi muda untuk mencintai produk daerah sendiri serta mengembangkan potensi alam yang dimiliki delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.

Ia menilai kopi Papua Pegunungan memiliki cita rasa khas yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional apabila mendapatkan dukungan yang memadai.

Selain kopi, menurutnya masih banyak potensi hasil bumi lain yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lemenius Frengky Gombo berharap pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun pemerintah kabupaten, terus memberikan perhatian kepada pelaku UMKM Orang Asli Papua melalui berbagai program pemberdayaan.

Ia menilai Dana Otonomi Khusus (Otsus) seharusnya semakin diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, khususnya bagi mama-mama Papua, petani, peternak, pelaku kuliner, dan usaha kecil yang sedang berkembang.

"Kami berharap pemerintah terus mendukung pelaku UMKM Orang Asli Papua. Berikan akses permodalan, pelatihan, pemasaran, hingga pendampingan usaha agar masyarakat benar-benar bisa mandiri secara ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, apabila UMKM tumbuh di seluruh kampung hingga kota, maka kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan akan meningkat secara nyata.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung produk lokal dengan membeli hasil karya anak-anak Papua.

"Dengan membeli produk lokal, kita bukan hanya menikmati hasil bumi Papua, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda Papua," tuturnya.

Lemenius optimistis Papua Pegunungan memiliki masa depan ekonomi yang cerah apabila seluruh potensi alam, sumber daya manusia, dan dukungan pemerintah dapat berjalan seiring.

"Kita punya tanah yang subur, hasil alam yang melimpah, dan anak-anak muda yang kreatif. Tinggal bagaimana kita bersama-sama bekerja dan membangun. Mari kita jadikan UMKM sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat Papua Pegunungan," pungkasnya.


Sumber : Kaki Abu

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 26-Juli 2026

Posting Komentar

0 Komentar