Laga ekshibisi yang menjadi partai utama dalam rangkaian pembukaan kejuaraan berlangsung sengit sejak bel pertama dibunyikan. Kedua petinju tampil agresif dan saling bertukar pukulan, membuat ribuan pasang mata yang hadir terus memberikan dukungan tanpa henti.
Memasuki ronde keempat, Geisler Ap mulai mendominasi jalannya pertandingan. Kombinasi pukulan cepat dan tekanan yang terus dilancarkan membuat Bambang Rusiadi kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh di atas kanvas.
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi petinju, wasit memutuskan menghentikan pertandingan karena Bambang dinilai tidak mampu melanjutkan duel. Keputusan tersebut sekaligus memastikan kemenangan Geisler Ap melalui Technical Knockout (TKO).
Sorak kemenangan langsung menggema di seluruh arena. Ribuan penonton berdiri memberikan tepuk tangan meriah kepada petinju kebanggaan Papua Pegunungan yang sukses menampilkan performa impresif di hadapan masyarakatnya sendiri.
Kemenangan di Wamena menjadi momen yang sangat berarti bagi Geisler Ap. Ia mengaku bangga dapat kembali bertarung di tanah kelahirannya dan meraih kemenangan di hadapan masyarakat Papua Pegunungan.
"Terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga saya bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Papua Pegunungan yang telah memberikan dukungan luar biasa sejak sebelum pertandingan hingga selesai," ujar Geisler Ap usai pertandingan.
Menurutnya, meski pertandingan tersebut bukan perebutan sabuk juara profesional, kemenangan ini tetap memiliki arti penting sebagai bagian dari persiapan menuju laga internasional yang masih menjadi targetnya sebelum mengakhiri karier sebagai petinju profesional.
Tak hanya berbicara soal kemenangan, Geisler juga menitipkan harapan besar bagi masa depan olahraga tinju di Papua Pegunungan. Ia menilai daerah ini memiliki banyak atlet berbakat yang membutuhkan pembinaan secara berkelanjutan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga dunia.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama pemerintah delapan kabupaten terus memberikan dukungan melalui pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi secara rutin, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk tampil dalam berbagai kejuaraan.
"Potensi anak-anak Papua Pegunungan sangat besar. Jika dibina dengan baik dan diberikan kesempatan bertanding secara berkesinambungan, saya yakin akan lahir petinju-petinju yang mampu membawa nama daerah bahkan Indonesia di tingkat dunia," katanya.
Sebelumnya, Kejurda Tinju Amatir Piala Gubernur Papua Pegunungan Ke-I resmi dibuka oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah, Drs. Wasuok Damianus Siep, dan diikuti oleh kontingen dari delapan kabupaten, yakni Jayawijaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Lanny Jaya, Nduga, Yalimo, serta Mamberamo Tengah.
Selain pertandingan resmi antarkontingen, panitia juga menghadirkan laga ekshibisi petinju profesional sebagai hiburan sekaligus motivasi bagi atlet-atlet muda Papua Pegunungan.
Antusiasme ribuan masyarakat yang memenuhi arena pertandingan menjadi bukti bahwa olahraga tinju masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Papua Pegunungan. Kejurda perdana ini diharapkan menjadi awal lahirnya petinju-petinju baru yang kelak mampu mengharumkan nama Papua Pegunungan dan Indonesia di panggung dunia.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 04-Agustus 2026

0 Komentar