YAHUKIMO, OLEMAH.COM – Kondisi Sungai Brasa yang mengalami kekeringan mulai berdampak langsung terhadap aktivitas transportasi dan distribusi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat keluar-masuk melalui Pelabuhan Lokpon, Dekai, sehingga distribusi BBM dan sejumlah kebutuhan pokok mengalami hambatan. Dampaknya, harga bahan bakar minyak (BBM) dan barang-barang kebutuhan masyarakat di Kota Dekai dilaporkan mengalami kenaikan.
Kabupaten Yahukimo selama ini mengandalkan dua jalur utama untuk distribusi dan mobilitas masyarakat, yakni jalur udara dan jalur sungai/laut. Namun, ketika kondisi sungai mengalami penurunan debit air, jalur transportasi sungai menjadi sulit digunakan.
Sungai Brasa Kering, Distribusi BBM Terganggu
BBM yang masuk ke Dekai selama ini banyak didistribusikan melalui jalur sungai. Ketika Sungai Brasa mengalami kekeringan, kapal pengangkut BBM dan sembako mengalami kesulitan untuk masuk ke Pelabuhan Lokpon.
Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap ketersediaan BBM di wilayah perkotaan Dekai.
Informasi dari masyarakat menyebutkan, harga BBM eceran saat ini dapat mencapai sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per liter.
Kenaikan harga tersebut terjadi karena pasokan dari jalur utama terganggu dan sebagian BBM harus dibawa menggunakan perahu kecil atau ketinting dari wilayah Asmat menuju Lokpon.
BBM Dibawa dari Asmat Menggunakan Perahu Kecil
Salah seorang masyarakat, Tinus, yang mengangkut BBM dari Asmat menuju Dekai, menjelaskan bahwa perjalanan menjadi lebih lama karena kondisi air sungai yang semakin surut.
“Kami dari Asmat ke sini selama dua hari karena air turun. Kami jual di sini dengan harga seperti itu karena kami juga beli dari orang pihak kedua di Asmat dengan harga Rp15.000 per liter,” ungkap Tinus.
Menurutnya, biaya yang dikeluarkan tidak hanya untuk membeli BBM, tetapi juga perjalanan pulang-pergi.
Ia menyebut dalam perjalanan, bahan bakar untuk perahu juga membutuhkan sekitar dua drum, sehingga biaya transportasi ikut memengaruhi harga jual BBM.
Foto masyarakat bawah Bensin dari asmat dan siapkan drum untuk beli bensinHarga BBM Naik di Tingkat Pedagang
Di kawasan Lokpon, masyarakat atau pedagang yang mendapatkan BBM dari pengangkut kemudian menjualnya kembali kepada pedagang eceran di Dekai.
Menurut keterangan masyarakat, harga BBM di Lokpon dapat berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per liter, sebelum kemudian dijual kembali kepada pedagang eceran di Dekai sekitar Rp35.000 per liter.
Ketika sampai di wilayah kota, harga tersebut kembali meningkat dan dapat mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000 per liter.
Kenaikan harga tersebut dinilai masyarakat sebagai dampak dari panjangnya rantai distribusi serta tingginya biaya transportasi akibat kondisi Sungai Brasa yang mengering.
Pedagang Harus Membayar BBM dalam Jumlah Besar
Masyarakat juga menjelaskan bahwa pedagang eceran di kota harus membeli BBM dalam jumlah besar dari pemasok di Lokpon.
Harga yang disebutkan masyarakat berada pada kisaran Rp7 juta hingga Rp8 juta per drum, sehingga pedagang kemudian menyesuaikan harga jual kepada konsumen dengan memperhitungkan biaya pembelian, transportasi dan risiko distribusi.
Kondisi ini membuat masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kendaraan, usaha maupun kebutuhan sehari-hari harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Sembako Juga Terancam Terdampak
Tidak hanya BBM, kondisi sungai yang surut juga berpotensi mengganggu distribusi sembako dan barang kebutuhan masyarakat lainnya.
Kapal pengangkut barang yang biasanya menggunakan jalur sungai mengalami kesulitan untuk keluar dan masuk melalui Pelabuhan Lokpon.
Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, masyarakat khawatir kenaikan biaya transportasi akan kembali memengaruhi harga barang kebutuhan pokok di Dekai.
Masyarakat Harapkan Perhatian Pemerintah
Masyarakat berharap kondisi Sungai Brasa yang semakin kering mendapat perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait.
Jalur sungai memiliki peran penting bagi Kabupaten Yahukimo karena menjadi salah satu jalur utama distribusi barang dan BBM menuju Dekai.
Dengan kondisi sungai yang tidak dapat dilalui kapal besar, masyarakat terpaksa menggunakan perahu berukuran lebih kecil dengan waktu tempuh yang lebih lama dan biaya operasional yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut akhirnya berpengaruh langsung terhadap harga yang harus dibayar masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah dapat mencari solusi untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat Yahukimo.
Olemah.com akan terus memantau perkembangan kondisi Sungai Brasa, aktivitas Pelabuhan Lokpon serta perubahan harga BBM dan kebutuhan pokok di Kabupaten Yahukimo.
Sumber : Natan Sama
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 21-Agustus 2026


0 Komentar