Keduanya hadir untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman padat di sekitar Kelurahan Mandala pada Senin, 31 Agustus 2026.
Musibah tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya 560 kepala keluarga atau sekitar 3.200 jiwa kehilangan tempat tinggal serta harta benda.
Di bawah tenda-tenda darurat yang disiapkan Pemerintah Provinsi Papua, raut kesedihan masih terlihat di wajah para penyintas. Banyak warga harus bertahan dengan kondisi terbatas setelah rumah dan harta benda mereka dilalap api.
Pemerintah Pastikan Korban Tidak Dibiarkan Sendiri
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua memastikan masyarakat terdampak tidak akan menghadapi masa sulit tersebut sendirian.
Menurutnya, penanganan pascakebakaran tidak hanya berkaitan dengan pembersihan lokasi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
“Penanganan pascakebakaran tidak hanya menyangkut pembersihan lokasi, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah tersebut,” ujar Aryoko.
Pemerintah Instruksikan Pendataan Korban
Pemerintah segera menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan pendataan secara detail terhadap seluruh warga yang terdampak.
Pendataan tersebut dilakukan agar bantuan kebutuhan dasar, mulai dari pangan, sandang hingga pelayanan kesehatan, dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Pemerintah Provinsi Papua juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jayapura dalam menangani dampak kebakaran serta menyiapkan langkah-langkah pemulihan bagi masyarakat.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan permukiman warga tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Namun, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
“Kami berharap masyarakat yang terdampak tetap kuat dan sabar menghadapi ujian ini. Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan selesai,” pungkas Aryoko.
Kehadiran Pemerintah Jadi Harapan Baru
Di tengah puing-puing sisa kebakaran dan tenda darurat yang berdiri di sekitar lokasi pengungsian, kehadiran Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen memberikan harapan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah memastikan langkah penanganan dan pemulihan terus dilakukan, mulai dari pendataan korban, pemenuhan kebutuhan dasar hingga persiapan tahapan pemulihan kehidupan masyarakat.
Bagi ratusan keluarga yang kini berada di tenda pengungsian, harapan terbesar adalah dapat kembali bangkit dan membangun kehidupan baru setelah musibah kebakaran yang mengubah keadaan mereka dalam sekejap.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 02 September 2026

0 Komentar