WAMENA, OLEMAH.COM — Majelis Daerah (MD) Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Papua Pegunungan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) yang dipusatkan di GPdI Elshadday Wamena, Kamis (27/8/2026) sore.
Sidang Mukerda GPdI Papua Pegunungan secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua Pegunungan yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Lukas W. Kossay.
Musyawarah Kerja Daerah tersebut mengusung tema “Bersehati Membangun Pelayanan yang Berbuah di Papua Pegunungan”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 27 hingga 28 Agustus 2026, dengan menghadirkan pengurus serta para pendeta GPdI dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Pegunungan yang dibacakan oleh Asisten III Setda Dr. Lukas W. Kossay, disampaikan bahwa pelaksanaan Mukerda diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang penting untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang telah berjalan serta menyusun langkah-langkah pelayanan ke depan.
“Agar semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya oleh jemaat dan masyarakat di Papua Pegunungan. Saya melihat tema yang diangkat dalam Mukerda ini sangat baik, yaitu Bersehati Membangun Pelayanan yang Berbuah di Papua Pegunungan,” kata Kossay.
Menurutnya, makna “bersehati” menjadi sangat penting dalam membangun Papua Pegunungan. Pembangunan daerah, katanya, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak secara sendiri-sendiri.
Pemerintah membutuhkan gereja, gereja membutuhkan umat dan masyarakat, sementara masyarakat juga membutuhkan dukungan serta kerja sama dari seluruh pihak untuk berjalan bersama dalam membangun daerah.
“Kita berbeda organisasi, berbeda latar belakang, bahkan berbeda cara melihat suatu persoalan, tapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan persaudaraan. Papua Pegunungan membutuhkan kedamaian, persatuan dan membutuhkan orang yang mau bekerja dengan tulus,” ujar Kossay.
Oleh karena itu, Asisten III Setda Papua Pegunungan mengajak seluruh pendeta, hamba Tuhan, serta tokoh-tokoh gereja untuk terus menjaga persatuan dan kedamaian di Papua Pegunungan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam memberikan pengharapan, kesejukan, dan pelayanan bagi masyarakat.
“Gereja harus menjadi tempat untuk menghadirkan pengharapan dan kesejukan bagi masyarakat,” ajak Kossay.
Sementara itu, Ketua II Majelis Daerah GPdI Papua Pegunungan, Pdt. Alexander Mauri, menjelaskan bahwa selama dua hari pelaksanaan Mukerda, peserta akan melakukan evaluasi terhadap program kerja Majelis Daerah GPdI Papua Pegunungan yang selama ini masih bersifat sementara.
Menurutnya, kepengurusan Majelis Daerah GPdI Papua Pegunungan saat ini masih bersifat karateker atau koordinator sementara, sehingga salah satu tugas utama kepengurusan tersebut adalah mempersiapkan berbagai hal menuju terbentuknya kepengurusan Majelis Daerah yang definitif.
“Sebab kepengurusan MD saat ini adalah bersifat karteker atau koordinator sementara, sehingga tugas koordinator mempersiapkan segala sesuatunya untuk terbentuknya kepengurusan Majelis Daerah yang definitif,” kata Mauri.
Ia menjelaskan, berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GPdI, pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musda yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027 perlu didahului dengan penetapan ketentuan dan kriteria melalui pelaksanaan Mukerda.
Mukerda, kata dia, menjadi forum untuk mengevaluasi serta membahas program kerja organisasi. Sementara Musda nantinya akan menjadi forum untuk memilih dan menetapkan kepengurusan atau keanggotaan organisasi GPdI secara definitif.
“Untuk itu, GPdI sejak berpisah dari provinsi induk Papua, kita sudah empat tahun berjalan. Tinggal sembilan bulan ke depan lagi akan berakhir, sehingga kita akan mempertanggungjawabkan dan memaparkan semua yang sudah kami kerjakan kepada pimpinan GPdI Majelis Pusat atau MP,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Mukerda GPdI Papua Pegunungan, Yakobus Wuka, S.Sos., mengatakan bahwa Musyawarah Kerja Daerah tersebut tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi dan membahas program kerja, tetapi juga dimaksudkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, tata kelola administrasi, serta perluasan pelayanan GPdI di Papua Pegunungan.
Selama pelaksanaan Mukerda, seluruh peserta akan mengikuti sejumlah rangkaian agenda, termasuk sidang pleno dan sidang komisi.
Foto Bersama Panitia, Pimpinan Gereja Setelah Asisten III Setda Lukas Kossay Buka Mukerda GPdI Papua Pegununga -/Piter LokonTerdapat tiga fokus utama dalam pembahasan sidang komisi, yaitu Komisi Administrasi dan Keuangan, Komisi Manajemen Organisasi, serta Komisi Pelayanan dan Misi.
“Selama kegiatan berlangsung peserta akan mengikuti rangkaian sidang pleno dan sidang komisi yang dibagi dalam tiga fokus utama, yaitu Komisi Administrasi dan Keuangan, Komisi Manajemen Organisasi, dan Komisi Pelayanan dan Misi,” ujar Yakobus Wuka.
Melalui pelaksanaan Mukerda tersebut, Majelis Daerah GPdI Papua Pegunungan diharapkan dapat menyusun langkah dan program pelayanan yang semakin terarah, sekaligus memperkuat persatuan serta pelayanan gereja di seluruh wilayah Papua Pegunungan.
ema “Bersehati Membangun Pelayanan yang Berbuah di Papua Pegunungan” diharapkan menjadi semangat bersama bagi seluruh pengurus, pendeta, hamba Tuhan, dan jemaat untuk terus membangun pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi gereja dan masyarakat.
Sumber : Piter Logon
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 28-Agustus 2026


0 Komentar