Pameran ini menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif, untuk menampilkan sekaligus mempromosikan berbagai hasil karya lokal Yahukimo kepada masyarakat.
Salah satu pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam kegiatan tersebut adalah Erika Kaningga, yang dikenal dengan sebutan “Mama Noken” di media sosial.
Mama Noken: Banyak Perajin, tetapi Belum Memiliki Tempat Layak
Erika menyampaikan bahwa para mama di Yahukimo memiliki banyak keterampilan dalam menghasilkan berbagai kerajinan lokal, khususnya noken yang dibuat menggunakan bahan lokal maupun benang.
“Kami mama-mama yang anyam noken motif dari bahan lokal dan pakai benang di Yahukimo ini sebenarnya banyak sekali, namun kami yang datang ini beberapa orang saja di tempat ini,” ujar Erika.
Menurutnya, bukan hanya noken yang menjadi hasil kreativitas masyarakat Yahukimo. Banyak ibu dan bapak juga menghasilkan berbagai kerajinan lainnya, seperti gelang, anyaman bulu kasuari, lukisan, serta berbagai perlengkapan budaya.
Namun, para pelaku usaha kreatif tersebut masih menghadapi kendala utama, yakni belum tersedianya tempat yang layak untuk memasarkan hasil karya mereka di Dekai.
Berharap Ada Tempat Khusus untuk Produk Lokal
Erika berharap pemerintah dapat menyediakan tempat khusus yang layak bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menjual hasil karya mereka.
Ia mencontohkan kondisi di Wamena yang memiliki tempat penjualan produk kerajinan sehingga masyarakat dari luar daerah, termasuk wisatawan, dapat datang dan membeli berbagai hasil karya lokal.
“Seandainya kami punya tempat yang layak sama seperti di Wamena, pasti kami jualan di tempat layak itu supaya orang-orang dari luar, contohnya turis wisatawan dari mana saja bisa datang beli di toko,” katanya.
Namun, karena keterbatasan biaya, selama ini para pelaku usaha kreatif terpaksa menjual produk mereka di kedai-kedai atau di depan rumah.
Menurut Erika, kondisi tersebut membuat pemasaran produk lokal belum berjalan maksimal.
Pameran Menjadi Kesempatan Produk Terjual
Erika mengatakan hasil karya mereka biasanya lebih mudah terjual ketika ada kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata.
Di luar kegiatan pameran, para perajin sering kali kesulitan menemukan tempat untuk memasarkan produk mereka.
“Karya kami bisa laku itu pada saat momen pameran dari Dinas Pariwisata. Itu pun orang beli. Kalau tidak, ya kami bawa pulang kembali,” ungkapnya.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Dinas Pariwisata yang telah memberikan kesempatan kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk mengikuti pameran dan memperkenalkan hasil karya mereka kepada publik.
“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Dinas Pariwisata karena bisa undang kami pameran hasil karya kami di publik, seperti hari ini,” katanya.
Minta Pemerintah Sediakan Lokasi Khusus
Erika berharap ke depan Dinas Pariwisata dapat mengupayakan tempat yang layak dan permanen bagi para pelaku ekonomi kreatif Yahukimo.
Menurutnya, keberadaan tempat khusus akan membantu masyarakat yang selama ini menjadi binaan Dinas Pariwisata untuk memasarkan produk mereka secara lebih teratur.
Ia berharap produk-produk lokal Yahukimo tidak hanya dijual ketika ada kegiatan pameran, tetapi dapat dipasarkan setiap hari sehingga masyarakat dan wisatawan yang datang ke Dekai dapat dengan mudah menemukan dan membeli hasil karya tersebut.
Erin Kobak: Produk Budaya Perlu Tempat yang Layak
Hal senada disampaikan Erin Kobak. Ia juga berharap pemerintah dapat mengupayakan tempat yang layak untuk menjual berbagai hasil kerajinan dan perlengkapan budaya lokal Yahukimo.
“Kami berharap sekali upayakan tempat yang layak untuk menjual alat-alat ini, supaya tidak perlu pada saat acara saja baru bawa,” ujar Erin.
Menurut Erin, sebenarnya terdapat banyak hasil rajutan mama-mama, khususnya noken. Namun, keterbatasan tempat membuat sebagian produk tersebut tidak dapat dipajang atau dijual secara optimal.
Selain noken, terdapat pula berbagai perlengkapan kebudayaan seperti koteka, bulu kasuari, bulu cenderawasih dan werene yang membutuhkan tempat penyimpanan dan penjualan yang lebih baik.
Ia menilai produk-produk tersebut tidak tepat jika dijual di pinggir jalan atau hanya ditaruh di kedai karena memiliki risiko mudah rusak.
Harapan Produk Yahukimo Dikenal hingga Luar Negeri
Para pelaku ekonomi kreatif berharap adanya tempat khusus untuk penjualan produk kearifan lokal dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pemasaran.
Dengan adanya tempat yang layak, produk seperti noken, kerajinan tangan, karya seni dan perlengkapan budaya diharapkan dapat dipromosikan tidak hanya di dalam daerah, tetapi juga ke tingkat nasional hingga internasional.
“Kami harap semoga ke depan ada tempat yang layak untuk jualan alat-alat kearifan lokal di Yahukimo ini supaya bisa promosi dalam negeri sampai luar negeri dari orang-orang Yahukimo ini.”
Pameran Ekonomi Kreatif Yahukimo akhirnya menjadi momentum penting bagi para pelaku seni dan kerajinan lokal untuk memperlihatkan potensi yang mereka miliki.
Para perajin berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi dapat dilanjutkan dengan dukungan fasilitas pemasaran yang permanen, sehingga karya masyarakat Yahukimo dapat berkembang, memiliki nilai ekonomi dan semakin dikenal luas.
Sumber : Natan Sama
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 25-Agustus 2026

0 Komentar