Asprina ditemukan pada Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 00.40 WIB. Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan dan penyelidikan aparat kepolisian.
Selain penemuan korban, polisi juga mendapat informasi bahwa mobil milik Asprina tidak berada di rumahnya setelah kejadian.
Berawal dari korban tidak dapat dihubungi
Peristiwa tersebut mulai diketahui setelah keluarga merasa khawatir karena Asprina tidak dapat dihubungi sejak Jumat sore, 25 September 2026.
Kekhawatiran semakin meningkat karena Asprina juga tidak terlihat di kampus seperti biasanya.
Sekitar pukul 19.30 WIB, kakak korban, Redianto Surbakti, menerima telepon dari Rektor IT&B Indonesia Kabanjahe, David Meliala. Dalam percakapan tersebut, David menyampaikan bahwa Asprina belum dapat dihubungi dan tidak terlihat di lingkungan kampus.
Redianto kemudian mendatangi kediaman adiknya.
Saat tiba, pintu rumah dalam keadaan terkunci. Tidak ada jawaban ketika keluarga mencoba memanggil korban dari luar rumah.
Keluarga juga mendapati kendaraan milik Asprina tidak berada di garasi.
Jenazah ditemukan di kamar mandi
Keluarga kemudian kembali mencari keberadaan Asprina, termasuk mendatangi kampus tempat korban bekerja. Namun, korban tidak ditemukan.
Setelah kembali ke rumah, keluarga meminta bantuan petugas keamanan perumahan dan kepala dusun untuk membuka pintu.
Setelah pintu berhasil dibuka, keluarga bersama pihak terkait melakukan pencarian di dalam rumah.
Asprina kemudian ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kamar mandi.
Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian untuk mencari petunjuk mengenai apa yang terjadi.
Polisi periksa CCTV
Kasi Humas Polres Karo, AKP Pedoman Maha, mengatakan perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.
Salah satu langkah yang dilakukan polisi adalah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi.
“Masih dalam proses penyelidikan,” kata Pedoman.
Perkembangan terbaru yang diberitakan MISTAR.ID menyebutkan bahwa polisi juga masih mencari kendaraan korban dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pekerja yang berada di sekitar rumah korban. Polisi disebut menemukan rekaman CCTV yang sedang didalami.
Mobil korban masih dicari
Informasi mengenai kendaraan korban menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik.
MISTAR.ID melaporkan bahwa mobil pribadi Asprina tidak ditemukan di kediamannya setelah kejadian. Polisi juga menyebut ponsel korban diduga turut tidak berada di lokasi, sementara aktivitas akun Facebook korban setelah kematiannya menjadi bagian dari informasi yang menarik perhatian dalam penyelidikan.
Namun, motif dan pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan secara resmi. Karena itu, dugaan perampokan maupun dugaan tindak kekerasan masih harus menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Jenazah telah menjalani autopsi
MISTAR.ID melaporkan bahwa jenazah Asprina telah menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan sebelum dibawa ke kampung halamannya di Desa Ajibuhara, Kecamatan Tigapanah. Jenazah sebelumnya juga dibawa ke Kampus IT&B Indonesia di Medan untuk upacara pelepasan atau penghormatan terakhir secara akademis.
Asprina dikenal sebagai akademisi sekaligus pimpinan di IT&B Indonesia Kabanjahe. Kabar meninggalnya juga memunculkan banyak ungkapan duka dari mahasiswa, alumni, keluarga, dan orang-orang yang mengenalnya.
Sumber : Agus G
EditOr : Redaksi Olemah.com
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 27 September 2026a

0 Komentar