YAHUKIMO, OLEMAH.COM — Keberadaan dua warga sipil asal Suku Mek di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, yang dilaporkan hilang sejak 12 Oktober 2026, hingga Jumat (23/10/2026) masih belum mendapat kepastian menurut keterangan Tim Pencari Fakta Kemanusiaan Suku Mek.
Kedua warga tersebut adalah Elius Weipsa (27), warga Distrik Puldama, dan Natan Well, seorang pelajar SMK Negeri 1 Dekai. Keluarga bersama Tim Pencari Fakta Kemanusiaan, Kepala Suku Mek, dan perwakilan keluarga terus berupaya mencari informasi mengenai keberadaan serta kondisi kedua warga tersebut.
Pada Jumat (23/10/2026), tim kembali mendatangi Polres Yahukimo untuk menanyakan perkembangan penyelidikan dan pencarian. Namun, menurut keterangan tim, mereka belum memperoleh informasi yang dinilai cukup jelas untuk disampaikan kepada keluarga korban.
Keluarga berharap kepolisian dapat memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan laporan, langkah pencarian yang telah dilakukan, serta tindak lanjut untuk memastikan keberadaan kedua warga tersebut.
Keluarga Minta Pencarian Dilakukan Secara Serius dan Transparan
Tim Pencari Fakta Kemanusiaan Suku Mek meminta Polres Yahukimo melakukan pencarian dan penyelidikan secara serius, menyeluruh, transparan, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tim juga meminta agar informasi mengenai perkembangan kasus disampaikan secara jelas kepada keluarga. Menurut mereka, kepastian mengenai keberadaan dan kondisi Elius Weipsa serta Natan Well sangat penting agar keluarga mengetahui keadaan kedua warga tersebut dan dapat menentukan langkah selanjutnya.
Dalam pernyataannya, pihak keluarga juga meminta aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri, memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai kewenangan masing-masing.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya keluarga memperoleh kejelasan atas hilangnya dua warga sipil itu. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi yang dapat memastikan keberadaan kedua warga maupun mengonfirmasi dugaan penculikan yang disampaikan dalam pernyataan awal tim.
Pemerintah Daerah dan DPRK Yahukimo Diminta Turun Tangan
Selain meminta penjelasan dari kepolisian, Tim Pencari Fakta Kemanusiaan juga meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yahukimo, khususnya anggota DPRK dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII.
Tim berharap pemerintah daerah dan para wakil rakyat dapat mengambil langkah nyata untuk membantu proses pencarian, membangun koordinasi dengan aparat keamanan, serta mendukung keluarga dalam memperoleh informasi mengenai kedua warga yang dilaporkan hilang.
Koordinasi dengan berbagai pihak dinilai penting agar pencarian dapat berjalan dengan mengutamakan keselamatan warga sipil, perlindungan hak-hak keluarga, dan penghormatan terhadap proses hukum.
Tim juga mengajak pihak gereja, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya untuk memberikan perhatian dan dukungan kemanusiaan kepada keluarga.
Lima Tuntutan Tim Pencari Fakta Kemanusiaan
Dalam pernyataan yang disampaikan bersama Kepala Suku Mek dan perwakilan keluarga, Tim Pencari Fakta Kemanusiaan mengajukan lima tuntutan dan harapan:
Kepada Polres Yahukimo: segera melakukan pencarian dan penyelidikan secara serius, menyeluruh, serta transparan.
Kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRK Yahukimo: mengambil langkah nyata, khususnya melalui anggota DPRK dari Dapil VII, untuk mendukung pencarian dan berkoordinasi dengan aparat keamanan.
Kepada pihak terkait: menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara jelas kepada keluarga korban.
Kepada seluruh pihak: mengedepankan nilai kemanusiaan, keadilan, keterbukaan, dan perlindungan terhadap warga sipil.
Kepada aparat dan pemerintah: membantu memastikan keberadaan serta kondisi Elius Weipsa dan Natan Well agar keluarga memperoleh kepastian.
Tim menegaskan bahwa kelima poin tersebut merupakan harapan keluarga dan masyarakat agar proses pencarian tidak berhenti dan perkembangan kasus dapat diketahui secara terbuka.
Kemanusiaan di Atas Segalanya
Hilangnya Elius Weipsa dan Natan Well menjadi sumber kekhawatiran bagi keluarga yang hingga kini masih menantikan kabar mengenai keberadaan mereka.
Tim Pencari Fakta Kemanusiaan menegaskan bahwa pencarian kedua warga sipil tersebut harus terus mendapat perhatian. Mereka berharap seluruh pihak terkait bekerja sama untuk memberikan kejelasan kepada keluarga dengan tetap mengedepankan kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab.
“Kemanusiaan di atas segalanya. Kepastian bagi keluarga korban adalah harapan kita bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam pernyataan Tim Pencari Fakta Kemanusiaan.
Tim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya pencarian kedua warga tersebut.
Penanggung Jawab dan Tim Pencari Fakta
Kepala Suku Mek: Yason Wisabla, S.E.
Ketua Tim Pencari Fakta Kemanusiaan: Yudas Usa, S.Ap., M.Ap.
Sekretaris: Lazarus Salyabo, S.Sos., M.Kes.
Perwakilan keluarga korban: Barto Dell dan Kogas Weipsa.
Olemah.com masih membuka ruang untuk memuat keterangan resmi dari Polres Yahukimo, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, maupun pihak terkait lainnya mengenai perkembangan pencarian kedua warga tersebut.
Sumber : Natan Sama
EditOr : Redaksi Olemah.com
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 24 Oktober 2026

0 Komentar