Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Bupati Melkianus Mote Alokasikan Rp600 Juta untuk Dukung KINGMI Deiyai Ikuti Konferensi di Manokwari

WAGHETE, OLEMAH.COM – Pemerintah Kabupaten Deiyai mengalokasikan bantuan sebesar Rp600 juta untuk mendukung umat Gereja Kemah Injil Indonesia (KINGMI) Koordinator Deiyai mengikuti konferensi gereja di Manokwari. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan, pelayanan gereja, dan kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., saat bertemu dengan umat KINGMI Jemaat Antiokhia Waghete, Senin (2/11/2026) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal dibahas, mulai dari dukungan pemerintah terhadap kegiatan gereja, mekanisme pemilihan koordinator, pembangunan asrama, hingga tata cara penyaluran dana hibah keagamaan.

Bupati Minta Pemilihan Koordinator KINGMI Ikuti Mekanisme Organisasi

Dalam pembahasan mengenai pemilihan Koordinator KINGMI Deiyai, Melkianus Mote menegaskan bahwa seluruh proses harus mengikuti mekanisme dan ketentuan organisasi gereja yang berlaku.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat memastikan konferensi KINGMI berikutnya akan diselenggarakan di Kabupaten Deiyai. Keputusan mengenai lokasi pelaksanaan konferensi, menurutnya, harus mengikuti proses organisasi dan tidak dapat ditentukan secara sepihak.

“Jabatan saya berakhir 2030. Saya tidak bisa tegas meminta konferensi Gereja KINGMI kepada Koordinator Deiyai,” ujar Mote.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan tetap perlu berjalan dengan menghormati kewenangan dan mekanisme internal organisasi gereja.

Pemkab Deiyai Siapkan Asrama Berkapasitas 250 Orang

Selain dukungan terhadap konferensi KINGMI, Bupati Melkianus Mote juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Deiyai sedang membangun fasilitas asrama dengan kapasitas hingga 250 orang.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan masyarakat yang memerlukan tempat tinggal sementara. Namun, informasi lebih terperinci mengenai lokasi, jadwal penyelesaian, dan peruntukan asrama tersebut belum disampaikan.

Sementara itu, rencana pembangunan Asrama KINGMI Center di Bomou yang sebelumnya ditargetkan dimulai pada tahun ini harus ditunda hingga tahun depan.

Penundaan tersebut berkaitan dengan akses jalan menuju lokasi yang belum selesai. Pemerintah daerah akan memprioritaskan penyelesaian infrastruktur jalan sebelum melanjutkan pembangunan asrama.

Menurut pemerintah daerah, akses transportasi menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan fasilitas dapat berjalan dan nantinya dimanfaatkan secara optimal.

Dana Hibah Gereja Harus Masuk Rekening Resmi

Dalam kesempatan yang sama, Mote mengingatkan pengurus gereja mengenai prosedur penyaluran bantuan pemerintah, khususnya dana hibah untuk kegiatan keagamaan.

Ia menegaskan bahwa dana hibah harus ditransfer ke rekening resmi gereja dan bukan melalui rekening pribadi panitia.

Pengaturan tersebut dimaksudkan agar proses penyaluran bantuan lebih tertib secara administrasi serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati juga mengingatkan bahwa dukungan anggaran pemerintah daerah untuk kegiatan gereja pada tahun mendatang berpotensi berkurang, bahkan belum tentu tersedia.

Kondisi tersebut berkaitan dengan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat yang turut memengaruhi kemampuan keuangan daerah.

Karena itu, pengurus gereja diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi fiskal pemerintah daerah dalam menyusun rencana kegiatan dan kebutuhan pembiayaan ke depan.

Kenang Masa Sekolah Minggu di Jemaat Antiokhia

Pertemuan bersama umat KINGMI Jemaat Antiokhia Waghete juga menjadi kesempatan bagi Bupati Melkianus Mote untuk mengenang kedekatan pribadinya dengan jemaat tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengikuti kegiatan sekolah Minggu di gereja tersebut.

“Saya anak sekolah Minggu dari sini. Ayat hafalan Yohanes 1:1,” ungkap Mote.

Ia juga menyampaikan bahwa para tetua telah memberikan izin bagi pembangunan gereja tersebut.

Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan umat gereja mengenai dukungan kegiatan keagamaan, pembangunan fasilitas, serta tata kelola bantuan pemerintah.

Pembangunan dan Dukungan Keagamaan Menyesuaikan Kemampuan Daerah

Ke depan, penyelesaian akses jalan menuju Bomou dan kelanjutan pembangunan Asrama KINGMI Center menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, kepastian dukungan anggaran untuk kegiatan gereja pada tahun berikutnya masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah dan kebijakan anggaran yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Deiyai diharapkan tetap dapat menjalin komunikasi dengan seluruh lembaga keagamaan agar pelayanan masyarakat dan kegiatan sosial keagamaan dapat berjalan sesuai ketentuan.


Sumber : Agus G

EditOr : Redaksi Olemah.com

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 02 Npvember 2026

Posting Komentar

0 Komentar