Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

PUPR Papua Pegunungan Tegaskan Anggaran Jembatan Wollo Rp10,3 Miliar, Bukan Rp39 Miliar

WAMENA, OLEMAH.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Pegunungan menegaskan bahwa anggaran pembangunan Jembatan Wollo di Distrik Wollo, Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 2025 sebesar Rp10,3 miliar. Nilai tersebut sekaligus membantah informasi yang beredar di masyarakat bahwa proyek pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp39 miliar.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan, Tunggul W. Panggabean, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Wollo telah diselesaikan 100 persen pada tahun 2025. Sementara itu, pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah dilaksanakan dan dituntaskan pada Februari 2026.

“Jembatan Wollo ini dibangun pada tahun 2025 untuk membantu akses transportasi masyarakat di Distrik Wollo. Pengerjaannya telah rampung 100 persen pada tahun lalu dan audit atau pemeriksaan oleh BPK juga telah dilakukan pada Februari 2026 lalu,” jelas Tunggul Panggabean, Senin (2/11/2026).

Ia merincikan, Jembatan Wollo memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar yang memungkinkan kendaraan roda empat melintas. Infrastruktur tersebut dibangun untuk mempermudah mobilitas masyarakat, terutama saat menyeberangi sungai di wilayah Distrik Wollo.

Menurut Tunggul, pembangunan jembatan tersebut dibiayai melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Sejumlah anggota dan pimpinan DPRP Papua Pegunungan juga telah melakukan peninjauan langsung terhadap hasil pekerjaan di lapangan.

Terkait informasi anggaran yang disebut mencapai Rp39 miliar, Tunggul secara tegas membantah kabar tersebut. Ia memastikan bahwa nilai anggaran pembangunan Jembatan Wollo sebesar Rp10,3 miliar.

“Kalau ada yang bilang nilai pembangunan Jembatan Wollo sebesar Rp39 miliar, itu keliru. Nilainya hanya Rp10,3 miliar. Masyarakat juga bisa mengakses informasinya secara langsung melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE),” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pelelangan proyek dilaksanakan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sesuai mekanisme dan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat menelusuri informasi mengenai proses pelelangan maupun nilai proyek melalui layanan tersebut.

Tunggul juga menegaskan bahwa hasil pembangunan Jembatan Wollo telah dikerjakan berdasarkan spesifikasi teknis, gambar, serta struktur perencanaan yang disusun sebelum pekerjaan dimulai.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memperlancar akses transportasi masyarakat di Distrik Wollo dan wilayah sekitarnya. Selain itu, infrastruktur ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Sumber : Agus G

EditOr : Redaksi Olemah.com

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 04 Npvember 2026

Posting Komentar

0 Komentar