Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Penyiksaan Terhadap Orang Asli Papua Menggemparkan Tanah Papua

 Wamena, Olemah.Com - Sebuah kejadian penyiksaan yang menggemparkan masyarakat, terutama di Tanah Papua, kembali mengundang kecaman dan pertanyaan tentang perlindungan hak asasi manusia di wilayah tersebut. Sebuah video yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp memperlihatkan aksi penyiksaan yang diduga dilakukan oleh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap seorang Masyarakat Sipil Orang Asli Papua (OAP).

Dalam video yang membuat gempar tersebut, terlihat seorang korban OAP menjadi sasaran penyiksaan di dalam sebuah drem warna biru bergaris yang terisi penuh dengan air. Aksi kekerasan tersebut menunjukkan bagaimana korban disiksa dan dipukuli secara bergantian oleh anggota TNI hingga tubuhnya terluka parah. Darah korban yang mencampuri air dalam drem mengubah warnanya menjadi merah, menciptakan pemandangan yang mengerikan.

Menurut keterangan seorang saksi yang berhasil merekam kejadian tersebut, korban tidak hanya dipukuli, tetapi juga ditikam dengan pisau oleh aparat TNI sambil disertai kata-kata yang mengguncang hati. Salah satu kalimat yang terdengar adalah "enak itu?" yang disampaikan ketika korban ditikam dengan pisau. Selain itu, korban juga didengar menerima pukulan sambil diperintahkan untuk "angkat muka, angkat muka, angkat muka Anjing, dasar?" oleh pelaku penyiksaan.

Kejadian tragis ini semakin menegangkan ketika seorang anggota TNI memerintahkan rekan-rekannya untuk melakukan penyiksaan secara bergantian dengan kata-kata, "Tunggu sambil pergantian," menunjukkan adanya perencanaan dan koordinasi di balik tindakan kekerasan tersebut.

Bapak Theo, seorang aktivis hak asasi manusia di Wamena, memperingatkan bahwa video penyiksaan ini tersebar tanpa identitas korban yang jelas serta lokasi penyiksaannya. Namun, menurutnya, yang pasti, korban adalah Orang Asli Papua.

Theo Hesegem, Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, mendesak semua pihak, terutama keluarga korban dan aparat TNI, untuk segera mengklarifikasi video penyiksaan ini. "Kami berharap agar pelaku penyiksaan segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Theo Hesegem.

Kejadian ini mencuatkan kecaman dari berbagai pihak dan menimbulkan pertanyaan serius tentang perlindungan hak asasi manusia di wilayah Papua. Masyarakat sipil dan lembaga pemantau hak asasi manusia menekankan perlunya tindakan konkret untuk mencegah terulangnya kekerasan semacam ini di masa depan.(Malik)

Posting Komentar

0 Komentar