Aksi tersebut menjadi bentuk kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Yalimo, khususnya kinerja Dinas Lingkungan Hidup Yalimo, yang dinilai lalai dalam pengelolaan sampah organik maupun nonorganik.
Para peserta aksi menyebutkan bahwa sampah yang bertebaran di berbagai sudut kota dan lingkungan pemukiman mencerminkan lemahnya sistem pengelolaan kebersihan daerah. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Menurut pernyataan peserta aksi, kegiatan tersebut bukan bertujuan merusak fasilitas pemerintah, melainkan sebagai tamparan keras dan peringatan moral agar pemerintah daerah lebih serius menangani persoalan sampah yang selama ini terabaikan.
“Kami peduli lingkungan. Tapi pemerintah juga harus bertanggung jawab. Sampah ini bukti kelalaian,” ungkap salah satu peserta aksi.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Yalimo segera mengambil langkah nyata, mulai dari penyediaan tempat pembuangan sampah, pengangkutan rutin, hingga edukasi pengelolaan sampah kepada warga.
Aksi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah agar kebersihan lingkungan menjadi prioritas dalam pembangunan daerah ke depan.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 24 Januari 2026

0 Komentar