Menurut keterangan keluarga, korban yang merupakan adik perempuan dari Martin Biri dibawa ke rumah sakit tersebut pada Minggu, 8 Maret 2026, sekitar sore hari untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, keluarga menyebutkan bahwa korban harus menunggu sekitar satu setengah jam di depan rumah sakit tanpa mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
Dalam kondisi yang semakin memburuk, korban akhirnya meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan dari dokter maupun perawat yang bertugas.
Keluarga Soroti Pelayanan Rumah Sakit
Pihak keluarga menyampaikan kekecewaan atas pelayanan yang dinilai tidak maksimal dari pihak rumah sakit.
Mereka menilai seharusnya tenaga medis dapat segera memberikan pertolongan darurat kepada pasien tanpa menunda pelayanan.
“Kami membawa pasien untuk mendapatkan pertolongan, tetapi harus menunggu lama tanpa ada penanganan hingga akhirnya meninggal di depan rumah sakit,” ujar salah satu anggota keluarga korban.
Keluarga juga menyampaikan bahwa mereka tidak melakukan aksi protes keras di lokasi kejadian, namun pihak rumah sakit disebut telah menghubungi aparat kepolisian.
Keluarga Minta Pemerintah Daerah Turun Tangan
Atas kejadian tersebut, keluarga korban meminta perhatian serius dari pemerintah daerah agar kasus ini dapat ditindaklanjuti.
Mereka berharap Bupati Kabupaten Jayapura dapat melakukan evaluasi terhadap manajemen pelayanan di RSUD Yowari.
Selain itu, keluarga juga berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat memberikan perhatian terhadap kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah.
Menurut keluarga, rumah sakit pemerintah yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seharusnya mampu memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan maksimal kepada masyarakat.
Harapan Agar Tidak Terulang
Keluarga korban berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi kepada masyarakat lainnya.
Mereka meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di RSUD Yowari agar keselamatan pasien benar-benar menjadi prioritas utama.
Berita ini juga diharapkan dapat menjadi perhatian bagi Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, serta Gubernur Papua, Komjen Pol. (Purn.) Mathius D. Fakhiri, agar dilakukan langkah-langkah perbaikan terhadap pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 09 Maret 2026

0 Komentar