Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Ilmuwan Temukan “Kota yang Hilang” di Gunung Bawah Laut Arktik

JAKARTA, OLEMAH.COM— Para ilmuwan mengungkap penemuan menakjubkan berupa “kota yang hilang” di kawasan gunung bawah laut Arktik, tepatnya di dekat puncak gunung bawah laut yang berada di sebelah barat Mid-Atlantic Ridge. Kawasan unik ini dikenal dengan sebutan Lost City, dan hingga kini disebut sebagai satu-satunya lanskap laut dalam di dunia yang tidak memiliki tandingan.

Dalam ekspedisi ilmiah tersebut, para peneliti menemukan lanskap bergerigi yang ternyata merupakan menara-menara raksasa menjulang dari dasar laut. Struktur ini terbentuk secara alami dan menciptakan pemandangan yang menyerupai sebuah kota purba yang tersembunyi di kedalaman samudra.

Penelitian mengungkap bahwa selama sekitar 120.000 tahun, mantel Bumi di wilayah ini terus terdorong ke atas dan bereaksi dengan air laut. Proses geokimia tersebut menghasilkan hidrogen, metana, serta berbagai gas terlarut yang kemudian dilepaskan ke samudra.

Celah dan retakan pada struktur batuan di kawasan Lost City memunculkan hidrokarbon yang menjadi sumber energi utama bagi komunitas mikroba, meskipun lingkungan tersebut nyaris tanpa oksigen. Kondisi ini menjadikan Lost City sebagai salah satu contoh ekstrem bagaimana kehidupan tetap dapat berkembang di luar kondisi normal yang dikenal manusia.

Selain mikroba, para ilmuwan juga menemukan cerobong hidrotermal yang menyemburkan gas dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius. Cerobong ini menjadi habitat bagi berbagai organisme laut seperti siput dan krustasea. Sementara itu, hewan berukuran lebih besar seperti kepiting, udang, bulu babi, dan belut memang jarang ditemukan, namun keberadaannya tetap tercatat di kawasan tersebut.

Meski berada di lingkungan yang tergolong ekstrem, para peneliti menilai Lost City sebagai ekosistem laut dalam yang kaya kehidupan. Oleh karena itu, mereka menegaskan bahwa kawasan ini layak mendapatkan perhatian serius dan perlindungan internasional, terutama dari ancaman eksploitasi laut dalam di masa depan.

Penemuan Lost City tidak hanya memperluas pemahaman manusia tentang keanekaragaman hayati laut dalam, tetapi juga membuka peluang penelitian baru terkait asal-usul kehidupan di Bumi, bahkan kemungkinan kehidupan di planet lain dengan kondisi ekstrem serupa.


Sumber : KOMPAS.com 

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 01 Februari 2026

Posting Komentar

0 Komentar