YAHUKIMO, OLEMAH.COM – Pasca insiden tragis yang menewaskan seorang warga sipil di Dekai, Kabupaten Yahukimo, berbagai elemen masyarakat bergerak cepat menginisiasi langkah konsolidasi hukum secara terbuka.
Undangan terbuka tersebut ditujukan kepada unsur gereja, kepala suku, organisasi kepemudaan (OKP/Cipayung), pers, advokat, komunitas seni dan HAM, hingga individu paralegal untuk bersama-sama menyatukan persepsi dalam menyikapi situasi yang berkembang.
Respons atas Insiden Tabrak Maut
Langkah ini dipicu oleh peristiwa pada 3 Mei 2026, di mana seorang warga sipil, Nally Wenda, meninggal dunia setelah ditabrak oleh oknum anggota Polres Yahukimo yang diduga dalam pengaruh minuman keras.
Insiden tersebut memicu perhatian luas masyarakat karena terjadi di pusat aktivitas ekonomi dan menyangkut keselamatan warga sipil.
Dorong Persatuan dan Penegakan Hukum
Para inisiator menilai bahwa situasi ini tidak hanya soal kecelakaan, tetapi juga menyangkut keadilan dan stabilitas sosial di Yahukimo.
Beberapa poin yang menjadi fokus dalam konsolidasi hukum ini antara lain:
Mendorong penegakan Peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2026
Memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban dalam proses hukum
Menyatukan sikap seluruh elemen masyarakat
Agenda Konsolidasi Terbuka
Pertemuan terbuka tersebut akan dilaksanakan dengan rincian:
Tempat: Jurnal Caffe, Dekai
Hari/Tanggal: Senin, 4 Mei 2026
Waktu: 15.30 WIT
Agenda: Persiapan Mediasi Hukum
Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog bersama dalam mencari solusi damai dan berkeadilan.
Diprakarsai Pemuda Yahukimo
Kegiatan ini diinisiasi oleh kelompok pemuda yang tergabung dalam SOPPY dan GAMKI.
Tokoh pemuda yang menjadi penggagas di antaranya:
Otniel Sobolim
Yanis Soll
Mereka mengajak seluruh pihak untuk hadir dan berpartisipasi aktif demi menjaga persatuan dan keadilan.
Seruan Damai dan Tanggung Jawab Bersama
Dalam undangan tersebut, masyarakat diajak untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi, serta mengedepankan penyelesaian secara hukum dan adat yang bijaksana.
Pendekatan dialog dan mediasi diharapkan mampu meredam potensi konflik sekaligus memastikan keadilan bagi korban.
Konsolidasi hukum terbuka di Yahukimo menjadi langkah penting dalam merespons insiden tragis secara kolektif, dengan harapan tercipta penyelesaian yang adil, damai, dan bermartabat bagi semua pihak.
Sumber : Keua Soppy
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 05 Mei 2026

0 Komentar