JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Di tengah kompleksitas sosial, budaya, dan politik yang menjadi warna khas Tanah Papua, sebuah lembaga akademik di Kota Jayapura didorong untuk tampil bukan sekadar pengelola administrasi kampus biasa.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau LPPM Universitas Katolik Fajar Timur Papua kini dituntut mengambil peran jauh lebih besar, yakni menjadi pusat kajian strategis yang sungguh hadir bagi masyarakat Papua dari dalam.
Gagasan ini disampaikan oleh Kepala LPPM Unika Fajar Timur Papua, DR drg Aloisius Giyai MKes, dalam sebuah paparan akademis yang menegaskan bahwa posisi strategis Papua menuntut pendekatan penelitian dan pengabdian yang berbeda dari kebanyakan perguruan tinggi di Indonesia.
"LPPM tidak cukup hanya bersifat administratif seperti mengelola proposal penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi harus diarahkan menjadi pusat riset kontekstual Papua, pusat pemberdayaan masyarakat adat, serta jembatan dialog antara ilmu pengetahuan, gereja, pemerintah, dan masyarakat lokal," tegasnya pada 4 Mei 2026.
Giyai menilai Papua memiliki karakter sosial, budaya, politik, ekonomi, teknologi, dan ekologi yang berbeda dari banyak daerah lain di Indonesia. Keragaman ini, menurutnya, bukan hambatan melainkan kekayaan yang harus menjadi bahan utama penelitian dan pengabdian kampus.
Secara konkret, LPPM Unika Fajar Timur Papua didorong untuk membangun pusat dokumentasi budaya Papua, melakukan penelitian bahasa daerah yang terancam punah, mengembangkan program Sekolah Adat Papua, serta mendigitalisasi cerita rakyat dan arsip bahasa lokal yang selama ini tersimpan hanya dalam ingatan para tetua adat.
Di bidang sosial ekonomi, LPPM juga diarahkan untuk mendampingi usaha-usaha berbasis potensi lokal Papua seperti kopi pegunungan, kakao, pala, hasil laut, kerajinan noken, dan pariwisata budaya, termasuk membangun inkubator bisnis kampus yang melatih mahasiswa dan masyarakat dalam pemasaran digital dan manajemen usaha kecil.
Dengan visi yang melampaui batas-batas ruang kelas, LPPM Unika Fajar Timur Papua ingin membuktikan bahwa sebuah perguruan tinggi Katolik di ujung timur Indonesia mampu menjadi mitra sejati bagi masyarakatnya, bukan sekadar lembaga yang mencetak ijazah. (Laura)

0 Komentar