Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Ones Pahabol Angkat Suara: Perang Suku Hanya Bawa Air Mata dan Kehancuran Papua!”

WAMENA, OLEMAH.COM – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menegaskan sikap tegas Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam menolak segala bentuk perang suku dan konflik horizontal yang terus terjadi di wilayah pegunungan Papua.

Pernyataan itu disampaikan Ones Pahabol usai menghadiri peluncuran Jayawijaya Community Gateway di Wamena, Jumat (8/5/2026).

“Perang Suku Tidak Boleh Ada Lagi”

Dalam keterangannya kepada awak media, Ones menegaskan bahwa konflik suku telah membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat Papua Pegunungan.

“Kami pemerintah provinsi dengan sikap tegas bahwa namanya perang suku itu tidak boleh ada lagi di Papua Pegunungan ini,” tegasnya.

Menurutnya, konflik berkepanjangan hanya membawa penderitaan bagi masyarakat dan menghambat kemajuan daerah.

Ajak Semua Pihak Bersatu

Wagub menyebut pemerintah selama ini tidak bekerja sendiri dalam menjaga kedamaian.

Ia mengatakan:

Gereja

Tokoh adat

Tokoh intelektual

Tokoh masyarakat

telah berupaya bersama meredam berbagai konflik sosial di Papua Pegunungan.

Namun demikian, konflik susulan dan persoalan tuntutan antar kelompok masih sering terjadi.

“Ikut Hukum Tuhan, Bukan Konflik”

Dalam pesannya, Ones mengajak masyarakat untuk kembali mengedepankan nilai kemanusiaan dan ajaran Tuhan dibanding kepentingan kelompok.

“Kita harus ikut hukum Tuhan daripada hukum manusia yang berubah-ubah,” ujarnya.

Ia menilai perdamaian hanya dapat terwujud apabila semua pihak mau menahan diri dan mengutamakan persaudaraan.

Soroti Banyaknya Korban Jiwa

Ones Pahabol juga menyampaikan rasa prihatin terhadap berbagai peristiwa duka yang terjadi belakangan ini, termasuk musibah warga hanyut akibat jembatan putus.

Menurutnya, setiap nyawa masyarakat Papua sangat berharga bagi masa depan daerah.

“Satu orang saja itu kerugian besar bagi kita, apalagi kalau korban sampai banyak,” katanya.

Perang Suku Lumpuhkan Aktivitas Masyarakat

Wagub menilai konflik suku bukan hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan kehidupan masyarakat secara luas.

Ia menyebut setiap konflik selalu berdampak pada:

Sekolah dihentikan

Jalan dipalang

Toko dan kios tutup

Pelayanan pemerintahan terganggu

“Kerugiannya sangat besar,” tegasnya.

Papua Pegunungan Butuh Damai untuk Maju

Menurut Ones, Papua Pegunungan membutuhkan situasi aman agar pembangunan dapat berjalan baik, terutama di bidang:

Pendidikan

Ekonomi

SDM generasi muda

Ia mengajak masyarakat mulai meninggalkan budaya konflik dan fokus membangun masa depan anak-anak Papua.

“Kita harus memberikan masyarakat tatanan hidup yang bagus supaya kemajuan ini bisa kita kejar,” ujarnya.

Seruan Persatuan Delapan Kabupaten

Wagub juga meminta seluruh kepala daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat di delapan kabupaten Papua Pegunungan untuk duduk bersama membangun komitmen damai.

“Gereja harus satu, tokoh adat harus satu, pemerintah juga satu untuk menolak perang suku ini,” katanya.

Ajakan Hidup Damai

Di akhir pernyataannya, Ones mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan hidup berdampingan dalam damai dan sukacita.

“Kita harus hidup berdampingan, menjadi satu, membangun negeri ini dengan damai sejahtera dan memajukan anak-anak kita seperti daerah lain di dunia,” pungkasnya.

Pernyataan tegas Wakil Gubernur Papua Pegunungan menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat untuk menghentikan konflik suku dan bersama-sama menjaga perdamaian demi masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera.


Sumber : NokenLive

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 09 Mei 2026

Posting Komentar

0 Komentar