Aksi tersebut berlangsung di Gapura Universitas Cenderawasih Atas, Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Rabu (24/6/2026), mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 13.00 WIT.
Dalam aksi yang mengusung tema "Orang Papua Merdeka dari Kebodohan, Kemiskinan dan Ketertinggalan", para mahasiswa menyampaikan tuntutan agar pihak Universitas Cenderawasih menerima sekitar 530 calon mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) yang dinyatakan tidak lulus dalam seleksi Jalur Mandiri Seleksi Bersama Tahun 2026.
Para mahasiswa menilai akses pendidikan tinggi bagi Orang Asli Papua harus menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan, mengingat pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.
Melalui aksi tersebut, massa meminta agar Universitas Cenderawasih melakukan evaluasi terhadap hasil seleksi serta membuka ruang dialog bersama mahasiswa dan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi calon mahasiswa Orang Asli Papua yang belum diterima.
Selain melakukan penyampaian aspirasi, massa juga melakukan pemalangan di pintu masuk kampus sebagai bentuk simbolis agar tuntutan mereka mendapat perhatian serius dari pihak universitas.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Selama aksi berlangsung, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi yang menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi generasi muda Papua.
Menurut peserta aksi, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang perlu dijamin, termasuk bagi Orang Asli Papua yang selama ini menjadi bagian dari kebijakan afirmasi di berbagai sektor pendidikan.
Mahasiswa berharap pihak Universitas Cenderawasih dapat segera memberikan penjelasan terkait mekanisme seleksi Jalur Mandiri Seleksi Bersama Tahun 2026 serta mempertimbangkan aspirasi yang telah disampaikan.
Hingga aksi berakhir, para mahasiswa masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Universitas Cenderawasih mengenai tuntutan penerimaan sekitar 530 calon mahasiswa Orang Asli Papua tersebut.
Perkembangan lebih lanjut mengenai hasil dialog maupun keputusan pihak universitas akan menjadi perhatian berbagai pihak mengingat isu pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Papua.
Sumber : Nadipapua
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 26-Juni 2026

0 Komentar