Kedua korban diduga meninggal dunia akibat tindak kekerasan oleh kelompok bersenjata yang oleh pemerintah disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.
Jenazah tiba di RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum dan identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga sesuai prosedur yang berlaku.
Operasi Evakuasi Dipimpin Pangkoops Habema
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga, bersama personel Satgas Habema.
Operasi tersebut berhasil mengevakuasi dua korban dari lokasi kejadian yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Kota Dekai.
Atas keberhasilan operasi tersebut, Bupati Yahukimo menyampaikan apresiasi kepada Pangkoops Habema beserta seluruh personel TNI yang terlibat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Yahukimo, kami menyampaikan terima kasih kepada Pangkoops TNI Habema beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras sehingga dua jenazah berhasil dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani seluruh proses sesuai ketentuan," ujar Didimus Yahuli.
Pemkab Siap Biayai Pemulangan Jenazah
Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Yahukimo akan memfasilitasi pemulangan jenazah hingga ke kampung halaman sesuai permintaan keluarga.
Menurutnya, bantuan tersebut akan diberikan melalui penerbangan carter maupun penerbangan reguler dengan menyesuaikan kondisi lapangan.
"Secara kemanusiaan pemerintah harus hadir membantu masyarakat yang mengalami musibah. Kami siap memfasilitasi pemulangan jenazah hingga ke kampung halaman sesuai permintaan keluarga," tegasnya.
Ia mengatakan kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab terhadap warga yang sedang mengalami duka.
Pencarian Korban Lain Masih Berlangsung
Selain dua korban yang telah dievakuasi, Bupati berharap satu korban lainnya yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan.
Ia meminta seluruh pihak terus mendukung upaya pencarian agar korban dapat segera dievakuasi ke Dekai untuk menjalani identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.
Ajak Masyarakat Menjaga Perdamaian
Dalam kesempatan tersebut, Didimus Yahuli turut menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.
Ia mengajak masyarakat Yahukimo untuk tetap menjaga persaudaraan, menghindari aksi kekerasan, dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme hukum.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Jangan sampai ada lagi nyawa yang hilang karena tindakan kekerasan. Mari kita menjaga persaudaraan, mengedepankan akal sehat, hidup damai, dan bersama-sama membangun Yahukimo," katanya.
Bupati juga mengapresiasi dukungan TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah membantu kelancaran proses evakuasi.
Wilayah Luas Jadi Tantangan
Didimus menjelaskan bahwa Kabupaten Yahukimo memiliki wilayah sekitar 17.200 kilometer persegi yang mencakup 51 distrik dan 517 kampung.
Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pelayanan pemerintahan maupun operasi kemanusiaan.
Meski demikian, ia bersyukur proses evakuasi dapat berjalan lancar berkat kerja sama seluruh pihak.
Identitas Korban
Sementara itu, Pangkoops TNI Habema Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga menjelaskan bahwa dua korban yang berhasil dievakuasi diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni:
Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya
Seli Wenda
Hingga Kamis (23/7/2026), personel TNI masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban lain yang belum ditemukan, yakni Terina Alya, warga Kampung Kitikni, Distrik Bomela.
Selain pencarian, aparat keamanan juga terus memperkuat pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi gangguan selama operasi berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo berharap seluruh proses pencarian dapat segera diselesaikan sehingga seluruh korban dapat dipulangkan kepada keluarga secara layak serta situasi keamanan di wilayah tersebut kembali kondusif.
Sumber : Dinas Komonikasi Informasi Yahukimo
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 24-Juli 2026

0 Komentar